SHARE

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan kontrol pada tiga tersangka suap di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu. Ketiganya juga akan di check dengan silang jadi saksi untuk yang lain.

” Tersangka di check jadi saksi untuk tersangka beda, ” tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah waktu di konfirmasi, Selasa (11/7/2017).

Tiga tersangka itu yaitu Kasi III Intel Kejati Bengkulu Parlin Purba, Pegawai Balai Lokasi Sungai Sumatera VII Amin Anwari, serta Direktur CV Murni Keinginan Tekni Murni Suhardi.

Amin juga akan di check untuk Murni, sesaat Murni juga akan disuruhi info untuk lengkapi berkas Parlin, sedang Parlin juga akan di check jadi saksi untuk Amin.

KPK mengambil keputusan tiga tersangka atas operasi tangkap tangan (OTT) terkait dengan project di Balai Lokasi Sungai (BWS) Sumatera VII Bengkulu.

Mereka yaitu AAN (Amin Anwari) sebagai petinggi pembuat prinsip, MSU (Murni Suhardi) Direktur PT MPSM (Mukomuko Putra Selatan Manjudo), serta PP (ParlinPurba) Kasi III Intel Kejati Bengkulu.

Amin Anwari serta Murni Suhardi berikan suap pada Parlin Purba terkait dengan pengumpulan data serta bahan info Balai Lokasi Sungai th. 2015-2016. Dari tangan tersangka, penyidik berhasil mengamankan uang Rp 10 juta.

Sebagai pemberi suap, Amin Anwari serta Murni Suhardi dijerat Pasal 5 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Jadi pihak disangka penerima Parlin Purba disangka tidak mematuhi Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.