SHARE

Jakarta – Artidjo Alkostar dkk menjatuhkan hukuman 5 th. penjara ke Muhtar Ependy karna memberi kesaksian palsu di persidangan. Maksudnya supaya pencucian uang yang dikerjakan Akil Mochtar tidak tersingkap. Terakhir, DPR jadikan Muhtar jadi saksi di Pansus KPK.

” Perbuatan terdakwa dengan berniat memberi info yg tidak benar dalam persidangan perkara tindak pidana korupsi serta tindak pidana pencucian uang atas nama terdakwa M Akil Mochtar dengan maksud supaya perkara atas nama terdakwa M Akil Mochtar tidak tersingkap dalam persidangan, ” sekian pertimbangan Artidjo yang diambil dari situs MA, Rabu (26/7/2017).

Pertimbangan serta amar putusan untuk Muhtar itu dibacakan pada 14 Desember 2015.

Tersebut rentetan info palsu Muhtar waktu jadi saksi Akil Mochtar :

1. Muhtar mengakui cuma 1 kali berjumpa Akil Mochtar pada 2010.

Kesaksian Muhtar terbantahkan karna ia dengan Miko serta Daryono sempat berjumpa Akil pada 2013 di ruangan Ketua MK Akil Mochtar. Hal tersebut dibuktikan dengan photo yang di ambil dengan Ponsel serta telah ditest di Labkrim serta dinyatakan photo itu asli.

2. Muhtar mengakui tidak kenal serta tidak sempat berkomunikasi dengan Romi Herton serta Masyito.

Pernyataan itu terbantahkan. Berdasar pada uji lab forensik, diketemukan pembicaraan pada Muhtar dengan Romi Herton kkurun 2013. Satu diantara misalnya yaitu SMS pada 8 Mei 2013 jam 12 : 48 : 15 PM.

Muhtar :
Agar Pak Ketua (Akil-red) sama saya dapat nonton di ruang

Romi :
Selekasnya meluncur nak motor. Namanya Mirza atau Thia

Muhtar :
Telah Kiay. Telah terima gambar CD Kiay

3. Muhtar mengakui uang Rp 15 miliar yang dititipkan di Bank BPD Kalimantan barat Cabang Jakarta yaitu hasil kera sepanjang 20 th..

Baca Juga  Muhtar Beri Keterangan Palsu agar TPPU Akil Tak Terungkap Ungkap Artidjo

Pernyataan Muhtar itu terbantahkan. Berdasar pada info saksi-saksi, Muhtar yang menitipkan pada pegawai Bank sebesar Rp 11, 3 miliar serta USD 316. 700 yang datang dari Romi Herton yang diserahkan Masyito.

4. Muhtar mencabut info apabila ia menyerahkan uang USD 316. 700 atau setara Rp 3 miliar dirumah Akil Mochtar di Komplek Liga Mas, Pancoran.

Berdasar pada pembuktian di persidangan, uang itu di ambil Muhtar dari BPD Kalimantan barat Cabang Jakarta. Setelah itu, dengan Srino, uang itu diantar Muhtar ke tempat tinggal Akil di Pancoran memakai Honda Jazz Nopol B 1671 PZF.

Rangkaian perbuatan itu dibuktikan dengan rekaman SMS pada Muhtar dengan Iwan dan bukti parkir kendaraan.

5. Muhtar menyebutkan uang Rp 3 miliar yang ditransfer ke CV Ratu Semangat yang dipunyai istri Akil, yaitu hubungan kerja di bagian peternakan arwana.

Hal tersebut juga terbantahkan. Berdasar pada info beberapa saksi dibawah sumpah, Muhtar menyuruh Iwan memasukan uang Rp 4 miliar ke rekeningnya. Lalu, uang itu dipindahkan ke Akil Mochtar pada rekening giro atas nama CV Ratus Semangat. Beberapa uang itu bersumber dari Romi Herton yang diserahkan Masyito ke Bank BPD Kalimantan barat Cabang Jakarta.

Atas tindakannya yang memberi info tidak benar, Muhtar dihukum 5 th. penjara.

Terakhir, Pansus Angket KPK mengundang Muhtar bersaksi. Sikap DPR yang menyebut Muhtar Ependy memberi kesaksian dinilai janggal serta cuma untuk menggiring opini umum.

” Pansus tengah lakukan usaha membodohi umum. Walau sebenarnya pembentukan mereka tidak sah menurut pasal 199 UU MD3, ” tutur pakar hukum tata negara Kampus Andalas, Feri Amsari.