SHARE
Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, ternyata tidak bersih.

Munculnya rekaman pengakuan Mico Panji Tirtayasa bahkan dia pernah dipaksa oleh Novel baswedan, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto untuk memberikan kesaksian palsu pantas dicermati. Mico secara detil memberikan kesaksian yang disertai bukti catatan transfer bank.

Namun di pihak lain, mereka yang terusik buru-buru melakukan penolakan atas rekaman itu. Tentu menarik untuk dibuka, siapa yang lebih jujur dalam hal ini. Mico? ataukah Novel cs.?

Mantan Ketua KPK yang namanya dicatut, Abraham Samad, sudah mengaku tak mengenal Mico, keponakan Muhtar Ependy.

“Saya tidak kenal (Mico) sama sekali,” kata Samad kepada detikcom, Kamis (18/5/2017) malam.

‎Abraham mengaku heran dengan pernyataan Mico dalam video tersebut. Menurutnya, pihak polisi harus mengusut tuntas kasus teror ke Novel ini.

“Iya tidak kenal, makanya saya heran juga yang katakan tadi. Saya senang polisi menyelidiki kasus teror kepada Novel agar semua tuntas , agar terungkap kebenarannya. Saya sendiri tidak kenal orang ini (Mico),” kata Samad.

Dia menuding Mico sedang melakukan rekayasa kasus teror tersebut. Pernyataan Mico juga merupakan fitnah yang harus ditindak tegas oleh polisi.

“Kita tidak tahu rekayasa apa yang sedang dilakukan kan,” ujar dia.

Selain itu, dia membantah tudingan Mico yang menyebutkan pihak KPK telah mengirim sejumlah uang melalui rekening istri Mico, Adriani. Dia menyebutkan Mico sudah merusak citra KPK dan mantan pimpinan KPK.

“Ya tidak kenal, makanya orang ini harus diselidiki ini sudah menjatuhkan nama KPK kalau begitu. Padahal selama ini KPK, kita (pimpinan KPK) itu bekerja secara profesional ya, dalam koridor hukum. Menurut saya ini bagian rekayasa, orang ini harus ditindak polisi,” kata Samad.

Sebelumnya, dalam video berdurasi 2 menit 40 detik tersebut, M menyebutkan nama lengkapnya adalah Mico Panji Tirtayasa. Mico meminta maaf kepada pamannya Muhtar Ependy karena ia memberikan keterangan palsu. Ia mengakui kesalahannya saat menjadi saksi terkait kasus Akil Mochtar.

Baca Juga  Menunggu Keberanian Agus Rahardjo Dkk Memanggil Megawati Soekarnoputri

Abraham Samasd boleh saja mengelak. Namun seorang seperti Mico, tentunya memiliki motif kuat untuk membuat rekaman pengakuan. Bahkan disertai beberapa bukti.

Mico juga memperlihatkan sebuah kertas yang diklaim sebagai bukti transfer yang dikirim oleh pihak KPK.

Jika tak punya bukti, atau sengaja ingin mnejadi tenar dan menjelekkan institusi malaikat seperti KPK, tentu Mico sama saja ingin “bunuh diri”. Orang seperti Mico harus tetap dihormati bahkan dilindungi untuk membuktikan apakah ucapan benar atau sengaja hanya ingin mengacaukan suasana saja.

Dalam video itu, Mico juga mengaku diancam oleh tiga orang apabila tidak memberikan kesaksian palsu. Tiga orang yang disebut Mico adalah Novel Baswedan, Abraham Samad (mantan Ketua KPK) dan Bambang Widjojanto (mantan Wakil Ketua KPK).

“Kita lihat kasusnya Mico ini. Dia mengatakan dia merekam video kemudian memviralkan seorang diri untuk menetralisir situasi dalam keluarganya yang terjadi perpecahan, setelah dia memberikan kesaksian terutama dengan pamannya yang bernama Muhtar Ependy,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian.