SHARE

Anggota Panitia Spesial Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mukhamad Misbakhun mengemukakan, ada beberapa temuan dari hasil audit Tubuh Pemeriksa Keuangan (BPK) berkaitan KPK.

Satu diantaranya tentang penggelembungan biaya atau mark up pada pembangunan gedung KPK.

” Mark up pembangunan gedung KPK sebesar Rp 600 juta serta itu dikembalikan. Namun kan bermakna telah ada mark up, ” kata Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Temuan itu dilandasi pada hasil audit BPK pada 2017.

” Waktu bayar bangun gedung KPK ada mark up. Serta itu audit BPK bukanlah kata saya, ” papar Politisi Partai Golkar itu.

Selain itu, pansus juga memperoleh banyak temuan dari hasil audit KPK itu.

Tetapi, Misbakhun malas mengatakannya selanjutnya. Termasuk juga temuan ada dana pertolongan ke beberapa LSM.

” Kelak lah, ” katanya.

Terlebih dulu, Misbakhun juga mengemukakan temuan BPK yang lain, yaitu masalah pengangkatan penyidik KPK yang menyalahi prosedur.

Menurutnya, hal tersebut tidak mematuhi Ketentuan Pemerintah Nomor 63 Th. 2005 mengenai System Manajemen Sumber Daya Manusia Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pansus terlebih dulu menjumpai BPK. Dalam pertemuan tertutup itu, Pansus terima laporan hasil kontrol (LHP) audit keuangan KPK sepanjang sepuluh th. paling akhir.