SHARE

Miryam S Haryani mengklaim kalau putusan hakim dalam masalah korupsi pengadaan e-KTP, otomatis mengaku pencabutan info yang ia kerjakan.

Menurut Miryam, pertimbangan hakim itu semestinya dapat jadikan dasar oleh hakim yang sekarang ini mengadili perkara pemberian info palsu yang ia hadapi.

” Saya mengharapkan, karna lihat kenyataan persidangan serta tuntutan e-KTP, yang putusan terdakwa Irman serta Sugiharto, yang dicabut oleh saya di terima oleh hakim. Itu bermakna info saya (di pengadilan) disadari oleh hakim, ” tutur Miryam selesai sidang eksepsi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (24/7/2017).

Menurut Miryam, pertimbangan dalam putusan hakim itu yaitu satu kenyataan baru. Ia terasa putusan hakim dalam masalah korupsi e-KTP sudah memberi keadilan untuk dianya.

Terlebih dulu, info yang di sampaikan Miryam S Haryani dalam berita acara kontrol (BAP) tidak jadikan bahan pertimbangan hakim dalam buat putusan sidang masalah sangkaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Masyarakat berbasiskan elektronik (e-KTP).

Dalam pertimbangan putusan, Ketua Majelis Hakim Jhon Halasan Butarbutar menyebutkan kalau BAP pada penyidikan cuma dipakai jadi dasar mengecek serta mengadili satu perkara. Menurut majelis hakim, info Miryam dalam BAP bukanlah alat bukti dalam persidangan.

” Info saksi yang sah yaitu info di persidangan. Menimbang hal tersebut, info Miryam yang dipakai jadi alat bukti yaitu info yang dipakai di persidangan, ” tutur Jhon.

Dalam masalah itu, bekas Direktur Jenderal Kependudukan serta Pencatatan Sipil Kemendagri Irman serta bekas Direktur Pengelola Info Ditjen Dukcapil Kemendagri Sugiharto, didakwa merugikan negara Rp 2, 3 triliun dalam project pembuatan e-KTP.

Keduanya juga dinilai untungkan sendiri, orang yang lain serta korporasi. Sebagian salah satunya yaitu anggota DPR RI, yang pemberian uangnya lewat Miryam.

Dalam persidangan, anggota Miryam S Haryani yang didatangkan jadi saksi, mendadak mencabut keterangannya dalam BAP. Menurut Miryam, sesungguhnya tak ada pembagian uang pada anggota DPR.

Walau sebenarnya, dalam BAP Miryam menerangkan dengan detil pembagian uang pada beberapa anggota DPR. Ada bebrapa untuk uang itu juga disadari oleh beberapa terdakwa. Bahkan juga, Sugiharto mengakui mengantar segera uang ke tempat tinggal Miryam.

Miryam lalu diputuskan jadi tersangka oleh KPK, atas sangkaan memberi info palsu dibawah sumpah di pengadilan.