SHARE

JAKARTA — Komite Arek Alumni (KAA) Institut Tehnologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur menampik kehadiran Panitia Spesial Hak Angket KPK DPR karna adalah bentuk usaha pelemahan instansi antikorupsi itu.

” Menampik semua bentuk usaha pelemahan KPK, baik lewat cara manipulasi ekstrakonstitusional, inkonstitusional, atau kriminil, terlebih s/d rekayasa instrumen konstitusional seumpama hak angket serta revisi UU KPK, ” kata Ketua KAA ITS Ermawan W dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Senin (10/7).

Menurut Ermawan KAA ITS melihat korupsi jadi pengkhianatan pada perjuangan rakyat serta harapan kemerdekaan. Korupsi, lanjutnya, bertentangan dengan ikhtiar untuk membuat pemerintahan yang akuntabel, bersih, serta berwibawa.

” KAA ITS juga akan senantiasa jadi sisi dari barisan paling depan dalam perlawanan pada korupsi, ” kata Ermawan.

Ia memberikan KAA ITS juga akan senantiasa berdiri dengan elemen antikorupsi serta siap bertemu dengan anasir jahat yang mengganggu perjuangan mulia pemberantasan korupsi itu.

KAA ITS, lanjutnya, juga lihat masalah pada KPK sudah jalan terus-menerus dari sekian waktu, systematis, serta datang dari semua arah, mulai kriminalisasi serta serangan fisik aktivis antikorupsi atau aparatur KPK sampai pelemahan institusi KPK.

Oleh karenanya, menurutnya, KAA ITS memohon Presiden Joko Widodo, jadi Kepala Negara serta pemerintahan, untuk berkelanjutan serta setia menggerakkan Nawacita dalam memimpin usaha penegakan hukum serta pemberantasan korupsi sampai ke akarnya serta membuat tata pemerintahan yang baik (good governance).

Ermawan juga menyebutkan KAA ITS selalu mensupport KPK jadi instansi penegakan hukum serta pemberantasan korupsi karna begitu dibutuhkan oleh bangsa untuk menyelesaikan beberapa masalah korupsi baik besar ataupun kecil termasuk juga masalah BLBI, Century, serta Petral.

” Kami juga menampik semua bentuk intervensi pada semuanya sistem penegakan hukum serta pemberantasan korupsi yang dikerjakan oleh pemerintah, DPR, serta partai politik, ” tuturnya.

Baca Juga  Dosen-Dosen di UGM Nilai Pansus KPK Sudah tak Fokus

KAA ITS, lanjutnya, mengajak semuanya elemen bangsa untuk berperan serta aktif dalam memperkuat barisan anti korupsi yang diujungtombaki KPK serta dengan kepimimpinan Presiden Joko Widodo.