SHARE

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelesaikan penyidikan pada Andi Agustinus dengan kata lain Andi Narogong, tersangka dalam masalah korupsi pengadaan Kartu Tanda Masyarakat berbasiskan elektronik (e-KTP).

Dengan hal tersebut, Andi juga akan selekasnya melakukan persidangan jadi terdakwa.

” Penyidik melimpahkan berkas penyidikan, tanda bukti serta tersangka atas nama AA ke step penuntutan, ” tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Menurut Febri, dalam 14 hari kerja berkas juga akan dilimpahkan ke pengadilan. Gagasannya, persidangan juga akan di gelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Andi Narogong di tangkap petugas KPK pada Kamis (23/3/2017), di lokasi Jakarta Selatan. Sesudah di tangkap, Andi diputuskan jadi tersangka.

Andi disangka sempat lakukan beberapa pertemuan dengan petinggi Kementerian Dalam Negeri, anggota DPR, serta entrepreneur untuk mengulas biaya project e-KTP sejumlah Rp 5, 9 triliun.

Entrepreneur itu disangka membagikan uang pada petinggi Kemendagri serta anggota DPR, manfaat memuluskan biaya serta jadi pelaksana project e-KTP.

Project pengadaan e-KTP dimenangkan konsorsium Perusahaan Umum Percetakan Negara Republik Indonesia (Perum PNRI). Konsorsium itu terdiri atas Perum PNRI, PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo persero), PT LEN Industri (persero), PT Quadra Solution, serta PT Sandipala Arthaputra.

Andi disangka bersama petinggi Kementerian Dalam Negeri mengatur supaya project e-KTP dimenangkan oleh Konsorsium PNRI.

Dalam persidangan pada dua terdakwa bekas petinggi Kemendagri, Irman serta Sugiharto, nama Andi disebut-sebut jadi orang dekat Ketua DPR RI, Setya Novanto.