SHARE

Washington, DC – Amerika Serikat melayang-layangkan keinginan maaf karna salah mengatakan Presiden China Xi Jinping jadi pemimpin Taiwan. Beberapa pihak mengatakan, kekeliruan itu tunjukkan minimnya kompetensi staf Gedung Putih.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang menyebutkan, Tiongkok sudah memohon konfirmasi AS berkaitan kekeliruan itu. Menurut Negeri Paman Sam, ini adalah kekeliruan tehnis serta mereka mohon maaf dan melakukan perbaikan kesalahan itu.

Insiden itu berlangsung pada Sabtu lantas sesudah Gedung Putih melaunching satu pernyataan mengenai pertemuan pada Donald Trump serta Xi Jinping. Dalam pernyataan itu dijelaskan Xi jadi presiden Republic of China–nama resmi Taiwan.

Nama resmi Tiongkok sendiri yaitu People’s Republic of China, Republik Rakyat China. Masalah salah sebut ini begitu peka mengingat ada ketidaksamaan perspektif pada Beijing serta Taipei.

Sampai kini, China berasumsi Taiwan yang mempunyai pemerintahan sendiri jadi sisi dari wilayahnya.

” Ini yaitu knowledge base untuk mereka yang bekerja dalam bagian diplomasi. Tetapi insiden itu tunjukkan bagaimana tidak kompetennya staf Gedung Putih, begitu santainya serta kurang koordinasinya mereka, ” tutur Shi Yinhong, seseorang profesor jalinan internasional di China Renmin University seperti Liputan6. com kutip dari Independent pada Selasa (11/7/2017).

” Ini cuma juga akan membuat warga China melihat rendah pemerintah Amerika karna membuat kekeliruan tingkat rendah sesuai sama itu, ” imbuhnya.

Pendapat sama disibakkan juga oleh seseorang profesor di sekolah studi internasional Peking University, Wang Dong. Menurut dia walau kekeliruan itu tidak disengaja, namun masih tetap saja tunjukkan minimnya kemampuan staf Trump untuk masalah kebijakan luar negeri.

” Ini tunjukkan kekurangan tenaga profesional jadi sisi dari staf Gedung Putih dalam soal diplomasi. Kekeliruan tersebut mungkin saja tidak merubah jalinan China-AS, namun Gedung Putih mesti ambil pelajaran dari masalah ini untuk melakukan perbaikan kemampuan. Ini yaitu kekeliruan politis peka yg tidak semestinya berlangsung, ” terang Wang.

Sesungguhnya insiden begini bukanlah pertama kali berlangsung dalam jalinan AS-Tiongkok. Pada th. 2006, waktu kunjungan Presiden Hu Jintao ke Washington, pihak protokoler Gedung Putih menginformasikan kalau lagu kebangsaan Republic of China juga akan diputar.

Walaupun salah mengatakan nama resmi China, namun lagu kebangsaan yang diputar tidak salah.