SHARE

Sesudah berminggu-minggu dirundung perseteruan bersenjata, Balai Kota Marawi, Senin (10/7/2017), kembali di buka.

Kesibukan kembali tampak ditempat itu, berbarengan dengan usaha pasukan pemerintah selalu menghimpit grup teroris dari distrik komersial di kota itu.

Seperti yang dikabarkan, grup teroris yang menyebutkan diri tergabung dalam gerombolan teroris Negara Islam di Irak serta Suriah (ISIS) mengadakan perlawanan bersenjata mulai sejak akhir Mei kemarin.

Dilaporkan situs Inquirer, pegawai pemerintah yang melakukan aktivitas di Balai Kota masih tetap dapat rasakan tanah serta bangunan yang berguncang karena bentrokan serta ledakan bom karena serangan artileri.

Bahkan juga nada bom terdengar waktu Wali Kota Majul Usman Gandamra memimpin staf serta karyawan dalam upacara pengibaran bendera di Balai Kota, saat pagi hari.

Gandamra menyebutkan, Balai Kota juga akan di buka untuk usaha cuma pada hari Senin serta Rabu.

” Walau memperoleh ancaman, kita mesti beroperasi walau dengan terbatas. Ini tidak sehari-hari namun sebisa-bisanya, kami juga akan memegang jabatan Senin serta Rabu, ” kata dia.

” Hingga kami bisa membuat resolusi untuk mensupport usaha kemanusiaan kami, ” sambung Gandamra.

Gandamra mengungkap, anggota dewan kota akan kembali melapor untuk bekerja.

Dia menyebutkan, pihak militer sudah di beri daftar pegawai pemerintah yang juga akan melapor kerja 2 x satu minggu.

” Beberapa besar operasi kami untuk penuhi keperluan konstituen kami yang berada di pusat komando kami di Kota Iligan, karna beberapa besar pengungsi kami tinggal disana, ” kata dia.

Letnan Kolonel Christopher Tampus, Komandan Batalyon Infanteri 1 Angkatan Darat yang ditugaskan untuk mengamankan Balai Kota, menyebutkan, bangunan itu masih tetap ada dalam jangkauan tembakan penembak tepat.