SHARE

Komisi untuk Orang Hilang serta Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyerahkan hasil pemantauan pada 28 calon komisioner Komnas HAM periode 2017-2022 pada Panitia Seleksi (Pansel) di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (11/7/2017).

Wakil Koordinator bagian Advokasi Kontras, Putri Kanesia menyebutkan, dari 28 calon komisioner itu, Kontras mereferensikan sembilan nama yang dinilai penuhi prasyarat untuk meneruskan ke step seleksi setelah itu, yaitu sistem wawancara pada 19-21 Juli 2017.

Disamping itu, ada 13 nama yang butuh diperdalam tentang perspektif nilai-nilai HAM serta enam nama tidak direferensikan sekalipun untuk lolos.

” Dari 28 nama yang Kontras awasi lewat monitoring media serta uji umum, ada sembilan nama yang kami merekomendasikan untuk masuk seleksi setelah itu, ” tutur Putri waktu didapati di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (11/7/2017).

Menurut Putri, dari enam calon komisioner yg tidak direferensikan, diketemukan kenyataan kalau sebagian salah satunya menyepakati rencana hukuman mati serta mensupport poligami.

Diluar itu, mereka dinilai tidak mempunyai keberpihakan dengan keluarga korban pelanggaran HAM, karna menyepakati usaha penyelesaian masalah pelanggaran berat HAM waktu dulu lewat jalur rekonsiliasi atau non-yudisial.

” Dari hasil tracking kami, ada yang dengan segera waktu uji umum ataupun statement-nya di mass media, beberapa riil menyepakati hukuman mati, sepakat poligami serta sepakat masalah pelanggaran berat HAM waktu dulu dikerjakan dengan jalur non-yudisial, tidaklah perlu lewat sistem pengadilan, ” kata Putri.

Terlebih dulu, Panitia Seleksi Calon komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia RI (Komnas HAM) periode 2017-2022 menyebutkan, 28 dari 60 orang peserta lolos melalui bagian dialog umum serta rekam jejak.

Setelah itu, ke-28 peserta juga akan ikuti bagian tes psikologi (psiko test) yang juga akan dikerjakan pada 17 serta 18 Juli 2017, dan wawancara terbuka yang juga akan dikerjakan pada 19-21 Juli 2017.

Pansel juga akan pilih 14 nama yang juga akan dibawa ke DPR untuk ikuti step uji kelayakan serta kepatutan.

Mengenai 28 peserta yang maju ke step selanjutnya, yaitu :
1. Ahmad T Damanik
2. Amirudin
3. Anggara
4. Antonio Pradjasto
5. Arimbi Herupoetri
6. Barul Fuad (Peneliti)
7. Beka Ulung
8. Bunyan Saptomo (Birokrat)
9. Choirul Anam
10. Dedy Askari (Komisioner Komnas HAM Sulteng)
11. Fadillah
12. FX Rudy Gunawan
13. Hafid Abbas (Birokrat)
14. Hairansyah
15. Harris Azhar
16. Imdadun Rahmat
17. Jones Manurung
18. Judhariksawan (Dosen Kampus Hasanuddin)
19. Munafrizal Manan (Dosen Kampus Al Azhar Jakarta)
20. Norman
21. Nur Ismanto (Advokat)
22. Rafendi Djamin
23. Roichatul
24. Sandra Moniaga
25. Sondang Frishka
26. Sri Lestari
27. Sudarto
28. Sumedi (Purnawirawan TNI)