SHARE

JAKARTA — Badan Koordinasi Penanaman Modla (BPKM) mencatat penambahan investasi diluar Jawa. Deputi Bagian Pengendalian BKPM Azhar Lubis menerangkan, sebaran investasi diluar Jawa makin bertambah jadi Rp 79, 7 triliun atau setara dengan 46, 6 % dari keseluruhan investasi. Angka itu semakin besar di banding kuartal ll th. 2016 yang cuma sebesar 45, 9 %.

Realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 91, 2 triliun atau 53, 4 %. Sesaat, realisasi investasi diluar Pulau Jawa sebesar Rp 79, 7 triliun. ”Apabila dibanding dengan realisasi investasi luar Pulau Jawa pada periode yang sama di th. 2016 yakni sebesar Rp 69, 6 triliun, jadi berlangsung penambahan realisasi investasi diluar Pulau Jawa sebesar 14, 5 %, ” kata Azhar, dalam konferensi persnya, di Jakarta, Rabu (26/7).

BKPM mencatat, realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) serta Penanaman Modal Asing (PMA) berdasar pada 5 tempat project besar terbagi dalam DKI Jakarta Rp 24, 8 triliun atau 14, 5 %, Jawa Barat Rp 24, 8 triliun atau 14, 5 % ; Jawa Timur Rp 21, 3 triliun atau 12, 5 %, Banten Rp 11, 5 triliun atau 6, 7 % serta Sumatera Selatan Rp 10, 6 triliun atau 6, 2 %.

Sedang realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasar pada bidang usaha yaitu Pertambangan Rp 20, 8 triliun atau 12, 2 %, Listrik, Gas serta Air Rp 19, 0 triliun atau 11, 1 %, industri Makanan Rp 18, 9 triliun atau 11, 1 %, Industri Logam Basic, Barang Logam, Mesin serta Elektronik Rp 17, 5 triliun atau 10, 2 % serta Industri Kimia Basic, Barang Kimia serta Farmasi Rp 12, 8 triliun atau 7, 5 %.

Azhar memberikan, realisasi investasi berdasar pada lokasi pada periode Januari s/d Juni th. 2017 yaitu Sumatra dengan realisasi investasi sebesar Rp 54, 6 triliun atau 16, 2 %, terbagi dalam PMDN sebesar Rp 21, 5 triliun serta PMA sebesar 2, 5 miliar dolar AS.

Lokasi Jawa dengan realisasi investasi sebesar Rp 181, 7 triliun atau 54 %, terbagi dalam PMDN sebesar Rp 83, 4 triliun serta PMA sebesar 7, 4 miliar dolar AS. Lokasi Kalimantan dengan realisasi investasi sebesar Rp 36, 2 triliun atau 10, 7 %, terbagi dalam PMDN sebesar Rp 14, 1 triliun serta PMA sebesar 1, 7 miliar dolar AS.

Lokasi Sulawesi dengan realisasi investasi sebesar Rp 34, 4 triliun atau 10, 2 % terbagi dalam PMDN sebesar Rp 5, 9 triliun serta PMA sebesar 2, 1 miliar dolar AS. Lokasi Bali serta Nusa Tenggara dengan realisasi investasi sebesar Rp 13, 7 triliun atau 4, 1 %, terbagi dalam PMDN sebesar Rp 4, 1 triliun serta PMA sebesar 0, 7 miliar dolar AS.

Lokasi Maluku serta Papua dengan realisasi investasi sebesar Rp 16, 0 triliun atau 4, 8 %, terbagi dalam PMDN sebesar Rp 0, 7 triliun serta PMA sebesar 1, 1 miliar dolar AS.

Kepala BKPM Thomas Lembong menilainya, keseimbangan perkembangan pada Jawa serta luar Jawa sudah jadi tantangan pemerintah sepanjang bertahun-tahun. Pemerintahan Jokowi sudah mengambil keputusan untuk buat kebijakan yang dapat percepat perkembangan ekonomi diluar Jawa. ”Dana pembangunan infrastruktur diutamakan pada pembangunan diluar Jawa, ” ucap Thomas.

Ia mengatakan BKPM mempunyai program yang yang berperan untuk percepat pembangunan diluar Jawa. Salah nya ialah pembangunan smelter di lokasi yang kaya sumber daya alam terlebih tambang.

Menurut Thomas, mengkoversi material mentah jadi 1/2 masak atau bahkan juga masak begitu memberi nilai lebih. ”Jadi investasi didalam sistem mineral memberi nilai lebih. Investasi smelter relatif bertambah diluar Jawa, ” kata Thomas.