SHARE

BANDUNG – Mundurnya Djadjang Nurdjaman dari kursi Pelatih Persib Bandung diakhir putaran pertama Liga 1 Indonesia 2017, mengagetkan banyak pihak.

Di ketahui kalau terlebih dulu juga waktu Persib rubuh oleh Bayangkara FC dengan score 2-0, Djanur, sapaan akrab Djadjang Nurdjaman, pernah mengundurkan diri, namun pihak manajemen Persib tidak melepasnya.

Saat ini yang ke-2 kalinya Djanur mengungkap pengunduran diri dari kursi Pelatih Persib selesai kalah 2-1 dari Partner Kukar.

Menurut satu diantara pengurus Viking Persib Club, Agus Rahmat, ketentuan yang di ambil oleh Djanur untuk mengundurkan diri dari pelatih Persib dinilai jadi ketentuan yang bagus.

” Ketentuan yang di ambil pak Djanur bagus, suatu hal yang dipaksakan akan tidak baik, baik itu untuk Djanur atau Persib juga. Tentu pa Djanur juga telah pikirkannya jauh-jauh hari dengan masak, ” tutur Agus Rahmat, yang akrab disapa Gusdul, di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Minggu (16/7/2017).

Gisdul mengatakan terima kasih pada Djanur, sebab sesudah 19 th. puasa titel, di tangan Djanur, Persib berhasil merebut titel juara Liga Indonesia 2014, Piala Presiden 2015 serta yang lain.

” Sesudahnya juara Liga Indonesia pertama, serta cuma Djanur yang dapat membawa Persib mencapai titel juara liga kembali, hatur nuhun coach, ” tutur Djanur.

Gusdul berhatap, pihak manajemen mesti cepat mencari pengganti Djanur dari saat ini, agar Persib dapat tetaplah berprestasi.

” Siapa saja yang nanti melatih Persib baik pelatih asing atau lokal tidak jadi masalah, yang perlu dapat mengangkat prestasi Persib, ” tutur dia.

Gusdul mengharapkan, pemain konsentrasi ke kompetisi setelah itu, dapat menunjukkan dengan usaha keras serta semangat yang dibalut dengan kekompakan ketika lawan Persija yang akan datang, walaupun tanpa ada didampingi Djanur.

Baca Juga  Pemain Persib Bandung Di Beri Ultimatum Bobotoh

” Waktu menjamu Persija jangan pernah seri terlebih kalah, menjadikan peristiwa kebangkitan Persib dengan menumbangkan Macan kemayoran. Waktu melawan PSM Makasar sebagai pemuncak klassemen sesaat saja dapat menang, waktu lawan Persija tidak dapat menang, ” tutur dia.

Seseorang bobotoh Persib asal Kopo, Muchammad Syaban (26), mengakui mensupport ketentuan Djadjang serta manajemen Persib, bila memanglah itu ketentuan untuk kebaikan Persib.

” Saya berharap untuk pengganti Djanur kelak, yang pasti dapat menjadikan satu visi pemain yang ada sekarang ini, karna nampaknya tim yang saat ini kurang miliki chemistry di lapangan, sebab banyak miss komunikasi berlangsung yang berimbasnya buruknya perform di lapangan, ” tutur Syaban.

Diluar itu untuk pelatih Persib kelak siapa saja orangnya, disebutkan Syaban, mudah-mudahan adalah pelatih yang dapat memupuk mental pemain lebih kuat waktu melakukan pertandingan tandang.

” Sebab bila Persib dapat memperoleh point di pertandingan tandang, juga akan beresiko pada tempat Persib di klassemen Liga 1 Indonesia, ” ucapnya.