SHARE

Satu perayaan ulang th. menandai Imamat seseorang pastor di Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (8/7/2017) malam kemarin.

Imamat dirayakan dalam situasi budaya interreligius, yaitu dengan menampilan beberapa seniman serta budayawan lintas iman.

Yaitu Romo Aloys Budi Purnomo Pr, pemimpin umat Katolik Paroki Ungaran serta Ketua Komisi Jalinan Antaragama serta Keyakinan Keuskupan Agung Semarang rayakan Hari Ulang Th. ke-21 imamatnya di halaman Gereja Kristus Raja Ungaran.

Beberapa seniman serta budayawan yang ada dari Kabupaten Semarang diantaranya, pelukis serta pematung Soetikno dari Sanggar Seni Tosan Aji Gedongsongo, pelukis Kariman serta Basuki yang keduanya beragama Islam.

Pandhemen tembang Macapat Broto dari Gereja Kristen Jawa Siwakul yang melantunkan tembang ‘Macapat Maskumambang’ serta ‘Dhandanggula’. Lalu dari seniman tari ada Sarwan, penggiat tari Gedongsongo yang seseorang Buddhis dan Don Siwi Tanto.

Penari yang lain yang ada yaitu Betty, seseorang muslimah. Penggiat Merti Tirta Lestari serta Kerukunan Pemuda Masjid Al-Fadlil Genuk Barat, Mahesty Lutfy serta Enjang juga ikut ada. Diluar itu ada juga Surono dari Macapat Candi Gedongsongo.

Sesaat dari Kota Semarang ada tiga penari sufi dari Pondok Pesantren Al Islah Tembalang, yaitu Ilham, Sodiq serta Fukron, dan Kang Ujang serta Panji kakak beradik pemain siter serta kecapi yang santri dari pondok pesantren bimbingan KH Budi Harjono itu.

Beberapa penari sufi serta pemetik kecapi ini bukan sekedar ada, namun sebagai penampil dalam acara yang dihelat di pelataran gereja Katolik paling besar di Kabupaten Semarang.

Sastrawan dari Komune Sastra Pelataran Kota Semarang, Agus Dewa datang dengan istri. Aktivis menjaga korban stigma PKI-Srikandi Lintas Agama (SriLA) pasangan suami istri Yan Yunantyo Adi- Niken.

Tidak ketinggal aktivis perempuan Prof Agnes Widanti serta Sr Elsa CM dengan rombongan Tim Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang, tempat Romo Budi bertugas jadi Pastor Kepala Campus Ministry.

Masih tetap dari Kota Semarang ada rombongan Komune Girli (Tepi Kali) Kebon Dalam, Tim Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan, yaitu komune karya kerasulan jurnalistik yang dirintis Romo Budi tiga belas th. yang lalu.

Ketua PeLiTA (Persaudaraan Lintas Agama) Setyawan Budi, bebrapa teman dekat Romo Budi dari alumni UIN Walisongo ada Lukqman, Ulfah, serta Muqsith), dan Munif Ibnu Bams dari Instansi Studi Sosial Agama (eLSA).