SHARE

LOS ANGELES — Berita kematian tragis vokalis Linkin Park, Chester Bennington jadi hal paling mengagetkan di pengujung akhir minggu ini. Chester mulai karirnya jadi bintang rock dengan lirik lagu yang menyebutkan dia sudah usai.

” I cannot take this anymore, saying everything I’ve said before, ” sekian lirik pembuka ‘One Step Closer’ di album ‘Hybrid Theory’ dilaunching 2000 yang lalu.

Linkin Park jadi satu diantara band terpopuler di pembuka milenium baru. Band ini berhasil bermula dari beberapa waktu menyakitkan serta penuh perjuangan. Nyaris semua lagunya datang dari Chester. Chazzy, sekian panggilan akrabnya dapat disebut huruf pembuka di tiap-tiap lagu Linkin Park serta sudah pasti vokalis band paling kuat diantara vokalis band mainstream pada eranya.

” Dia bernyanyi demikian hebatnya, hal sama dengan dia bernyanyi saat ini, ” kata rapper Linkin Park, Mike Shinoda dalam wawancara dengan Kerrang 2008 kemarin.

Chester awalannya ikuti audisi band baru bentukan Shinoda pada 1999. Dia menginginkan menggabungkan musik hip hop serta metal. Untuk Shinoda, warna nada Chester begitu ciri khas.

” Dia dapat menjerit, benar-benar menjerit seperti pita suaranya merasa sakit. Namun, suaranya mendadak dapat beralih penuh melodi ballad yang begitu disenangi siapa saja yang mendengarnya, ” kata Shinoda.

Musisi kelahiran Phoenix, Arizona, Amerika Serikat ini sempat tampak 2013-2015 dengan Stone Temple Pilots menukar vokalisnya Scott Weiland yang wafat dunia Desember 2015. Kepergian Chester dihubungkan dengan kematian Chris Cornell, vokalis Soundgarden yang bunuh diri di hari ulang tahunnya 18 Mei 2017. Chester sempat membuat surat terbuka diisi rasa kehilangannya atas kepergiaan musisi grunge itu.

” Suaramu yaitu kebahagiaan serta derita, kemarahan serta pengampunan, cinta serta rasa sakit yang gabung jadi satu. Kurasa demikianlah kita. Kamu dapat mengertiku, ” catat Chester.

Baca Juga  Chester Tewas di Hari Ulang Tahun Chris Cornell

Chester sempat bicara terbuka mengenai kesusahannya dari sekian waktu. Dia sempat dilecehkan dengan seksual oleh seseorang pria tua pada saat kanak-kanaknya. Dia juga bercerita dalam lagu mengenai perjuangannya melawan narkoba serta alkohol untuk menyingkirkan trauma waktu kecilnya.

Linkin Park yaitu band omnivora yang menjodohkan genre rock, pop, serta rap. Shinoda serta anggota band yang lain konsentrasi pada musik, sesaat Chester mempermanis lirik serta berikan narasi pada lagu-lagu penuh ketukan teknofuturistik.

Satu hal yang tampak sama di tiap-tiap lagu ciptaan Chester, yakni lirik-liriknya yang seperti membaca luka serta penderitaan yang sama. Kesannya senantiasa bercerita jiwa peka dari pria yang akhiri hidupnya di umur ke-41 th. itu, seperti waktu kelam itu tidak dapat dilupakan seumur hidupnya. Chester bernyanyi untuk singkirkan godaan untuk menghancurkan dianya. Hal tersebut dikatakannya dalam lagu ‘Breaking the Habit’ 2003.

I don’t know what’s worth fighting for, or why I have to scream

I don’t know why I instigate, and say what I don’t mean

I don’t know how I got this way, I’ll never be alright

So I’m breaking the habit, I’m breaking the habit, tonight.

Clutching my cure, I tightly lock the door

I try to catch my breath again, I hurt much more

Than anytime before, I had no options left again