SHARE

Jakarta – Delegasi Indonesia menghadiri pertemuan di Dewan Keamanan PBB manfaat mengulas tentang kemelut di kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Indonesia mengecam kekerasan Israel dalam peristiwa itu.

” Indonesia kutuk Israel atas pembatasan akses untuk orang-orang Palestina pada Masjid Al-Aqsa, satu diantara tempat suci Umat islam. Indonesia juga kutuk aparat keamanan Israel atas aksi kekerasan serta pelanggaran HAM, yang jatuhkan korban wafat serta luka-luka “, sekian di sampaikan Wakil Tetaplah RI untuk PBB, Dubes Dian Triansyah Djani, dalam Pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB di New York, Selasa, 25 Juli 2017.

Dubes Djani juga mengemukakan kalau penutupan Masjid Al-Aqsa yaitu aksi provokatif yang meneror semua sistem perdamaian Palestina-Israel, dan pelanggaran atas hak kebebasan beragama orang-orang Palestina. Israel mesti kembalikan status quo pada perlakuan Yerusalem serta Masjid Al-Aqsa.

Dimuka anggota Dewan Keamanan PBB, Dubes Djani tegaskan dorongan Indonesia pada orang-orang internasional untuk menjadikan Masjid Al-Aqsa dibawah perlindungan internasional manfaat yakinkan supaya orang-orang Palestina terjamin bisa menggerakkan beribadah dengan aman. ” Aksi Israel dikerjakan waktu dunia internasional memperingati 50 th. pendudukan Israel pada Palestina. Aksi itu cuma juga akan jadi ancaman pada perdamaian serta keamanan internasional dan makin menghindari usaha internasional untuk menjangkau tujuan perdamaian ‘two-state solution’, ” kata Dian.

Dalam pertemuan DK PBB yang di pimpin oleh RRT serta di hadiri 15 anggota DK PBB, negara anggota PBB berikan kecaman serta keprihatinan pada tindakan kekerasan yang muncul menyusul aksi sepihak Israel yang tutup akses ke Mesjid Al Aqsa. Negara anggota PBB juga minta Israel untuk selekasnya patuhi semua ketentuan PBB mengenai penyelesaian damai perseteruan Israel-Palestina lewat ” two state solution “, termasuk juga penghentian pembangunan pemukiman illegal oleh Israel.