SHARE

Himpunan catatan atau tulisan tangan pendiri Republik Rakyat China, Mao Zedong, terjual dalam satu lelang dengan harga 10 kali lipat dari perkiraan nilai awal.

Catatan yang ditulis pada 1975 itu – yang diperuntukkan pada seseorang profesor yang dibayar untuk membaca pada Mao – berhasil di jual seharga sekitaran Rp12 miliar balai lelang Sotheby’s, London.

Sotheby’s menggambarkannya jadi “amat langka”.

Ditulis saat kesehatan Mao lebih buruk, satu tahun sebelumnya wafat, catatan itu terkait dengan puisi serta sastra classic CHina, yang sangat disukai pemimpin CHina modern itu.

Waktu itu daya pandang Mao lebih buruk serta dia hadapi kesusahan membaca hingga membutuhkan pertolongan seseorang pakar sastra untuk membacakan karya-karya sastra classic.

Jadi Di Lu dipekerjakan untuk Mao, yang telah berjuang untuk bicara hingga disuruh untuk menulis pandangan-pandangannya di buku catatan.

Himpunan catatan itu, menurut Sotheby’s, yaitu “sejumlah pikiran bernilai mengenai pemikiran Mao dalam kesusastraan”. menyebutkannya jadi ‘amat langka’

Mao Zedong memimpin Partai Komunis China dalam menaklukkan Kuomintang th. 1949 serta membangun Republik Rakyat China.

Pada saat mudanya dia bekerja di Perpustakaan Kampus Peking serta di kenal jadi pengagum serta penulis karya-karya classic walaupun dengan politik berpedoman nilai-nilai revolusioner.

Pembelinya yaitu seseorang kolektor China tetapi lelang dibarengi beragam pihak dari semua dunia.

Awalannya manusrip itu diprediksikan juga akan terjual pada 60. 000 sampai 80. 000 poundsterling, tetapi nyatanya laris hingga 10 kali lipat karna, menurut Gabriel Heaton dari Sotheby, catatan tulisan tangan Mao “amat langka” di pasar hingga mereka kesusahan untuk memastikan nilai awalannya.

Heaton memberikan beberapa barang yang berkaitan dengan Mao banyak yang berminat, terutama di China serta lokasi Asia yang lain.

Awal th. ini, umpamanya, satu lukisan potret Mao karya seniman kontemporer Amerika Serikat, Andy Warhol, terjual sekitaran Rp146 miliar lewat lelang di Hongkong.