SHARE

Kabupaten Bandung – Telah empat bln. lamanya sampah di Pasar Baleendah Bandung dilewatkan menumpuk. Sampah yang menggunung ini menyebabkan bau tidak enak, hingga mengganggu beberapa pedagang yang berjualan di pasar itu

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung sampai saat ini umumnya teratur mengangkut sampah di tempat itu. ” Telah empat bln. belum juga diangkut, walau sebenarnya terlebih dulu nyaris satu minggu 2 x sampah diangkut, ” kata satu diantara pedagang, Yiyi (48), di Pasar Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/7/2017).

Yiyi mengharapkan Pemkab Bandung selekasnya merampungkan persoalan sampah ditempat ini. Sebab sampai kini, sambung dia, pedangang membayar retribusi untuk kebersihan sebesar Rp 3. 000 /hari.

” Bayar kebersihan setiap hari. Bila menurut info tuturnya belumlah ada uang solar, walau sebenarnya saya sukai bayar retribusi sampah, ” ucapnya.

Ia berujar, sampah yang menumpuk di Pasar Baleendah adalah buangan dari beberapa pedagang serta warga sekitaran. ” Tumpukan sampah ini mengganggu, saya berharap pada Pemkab Bandung untuk selekasnya mengangkut tumpukan sampah ini, ” kata Yiyi.

Satu diantara warga setempat, Rini (37), mengeluhkan hadirnya tumpukan sampah di Pasar Baleendah. ” Mengganggu pernapasan bila tumpukan sampah itu selalu dilewatkan, ” ucapnya Rini.

Pantauan, ketebalan sampah sekitaran 1-2 mtr. yang menumpuk di tanah seluas 10×10 mtr.. Karena sangat lamanya menumpuk, air berwarna hitam serta bau menyengat keluar dari tumpukan sampah. Diluar itu drainase yang jelek menyebabkan air lindi di pasar itu menggenang serta mengganggu pejalan kaki.

Terkecuali di Pasar Baleendah, tumpukan sampah penuhi bahu jalan menuju Terminal Baleendah. Sampai saat ini belumlah ada perlakuan dari dinas berkaitan.