SHARE

Semua siswa di sekolah basic serta menengah pertama di Kabupaten Purwakarta, diharuskan jalan kaki sekitaran satu km. atau masuk zone menuju ke sekolahnya.

Bila beberapa siswa diantar oleh orangtuanya menggunakan kendaraan bermotor mesti turunkan anaknya di spot spesifik untuk setelah itu jalan kaki menuju sekolahnya.

” Sampai kini telah mulai hilang budaya jalan kaki, beberapa siswa SD serta SMP juga akan diharuskan untuk jalan kaki sekitaran satu km. menuju sekolahnya, ” ucap Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Senin (18/7/2017).

Dedi mengerti langkahnya ini pastinya akan menyebabkan kontroversi dari beberapa orangtua nanti. Tetapi, budaya jalan kaki ini sebenarnya membuat anak jadi sehat. Ketentuan ini juga juga akan dikerjakan di sekolah lokasi perkotaan yang tidak menganggu akses jalan umum serta jalan raya.

” Ide ini juga akan diaplikasikan besok, besok pagi kita saksikan aplikasinya dengan segera. Jadi beberapa orangtua bisa mengantarkan anaknya gunakan mobil serta motor namun dalam jarak sekitaran satu km. ke sekolah di turunkan untuk jalan kaki, ” katanya.

Siswa harus jalan kaki ini juga akan diujicobakan di sebagian sekolah SMP lokasi perkotaan, dari mulai pelajar di SMPN 1, SMPN 3, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 8, SMPN 9, serta SMPN 10. Program ini juga jadi bentuk penyetaraan siswa sekolah yang keduanya sama dapat memperoleh pendidikan tanpa ada mesti dibeda-bedakan oleh status ekonomi.

” Jadi beberapa siswa juga semangat serta tidak juga akan terasa kurang percaya diri dengan status ekonomi di sekolah. Semuanya mempunyai hak sama untuk memperoleh pendidikan di sekolahnya, ” kata dia.

Dedi mengharapkan dengan kebijakan itu kemacetan serta keruwetan kendaraan orangtua siswa dimuka gerbang sekolah tidak berlangsung sekali lagi seperti sampai kini. Tetapi, untuk siswa yang memakai sepeda dari tempat tinggalnya ke sekolah masih tetap dapat serta malah sama menyehatkan dengan jalan kaki.

” Bila yang di desa tidak usah ada ketentuan ini karna memanglah siswa umumnya jalan kaki serta telah diberlakukan berbasiskan kecamatan. Bila orang-tua ada yang ngomel serta memprotes mesti diingat kalau sekolah itu yaitu pendidikan, ” katanya.