SHARE

SOLO — Beberapa ratus pengemudi taksi lakukan unjuk rasa di Gladak, Solo pada Selasa (11/7) siang. Pengemudi taksi menuntut Pemerintah Kota Solo untuk berlaku tegas menampik kehadiran taksi daring di Kota Solo.

Dengan membawa spanduk bertuliskan penolakan pada kehadiran taksi daring, pengemudi taksi memohon Pemkot Solo untuk satu nada menampik kehadiran taksi daring.

Ada taksi daring, dinilai sudah merugikan perusahaan taksi konvesional terutama kurangi pendapatan sopir taksi. Jadi bentuk kekesalan, waktu meluapkannya lewat pertunjukan tari reog. Diluar itu, mereka juga meneror juga akan mogok masal bila tuntutan tidak disikapi.

“Kami minta Pemkot serta DPRD keduanya sama menyuarakan ini, operasi taksi on-line ini telah banyak merugikan kami, ” kata Tri Teguh, koordinator tindakan.

Tri mengungkap, sampai kini Pemkot Solo cuma memberi sangsi enteng berbentuk denda tilang waktu temukan taksi daring yang beroperasi. Menurut dia hal itu tidak jadi jalan keluar, sebab banyak taksi daring yang beroperasi. Terutama, kata dia, perusahaan taksi daring ganti rugi jika ada sopir taksi daring yang terserang sangsi tilang berbentuk denda.

“Pasalnya bias, serta sangsi itu dengan juga gampang ditalangi oleh pengelola taksi on-line, ” tuturnya.

Tindakan yang berjalan di pertigaan Gladak pernah membuat lalulintas Jalan Slamet Riadi terhalang. Pengendara yang melintas cuma bisa memakai separuh jalan karna terhambat waktu yang berunjuk rasa.

Baca Juga  Warga Solo Yang Bakar Sampah Sembarangan Bakal Didenda Rp 500 Juta