SHARE

SEMARANG — Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah melarang pelibatan senior, kakak kelas, atau alumnus pada pengenalan lingkungan sekolah untuk siswa-siswi th. ajaran 2017/2018.

” Pengenalan lingkungan sekolah tidak bisa melibatkan senior, kakak kelas atau alumnus serta larangan itu berdasar pada Ketentuan Menteri Pendidikan serta Kebudayaan Nomor 18 Th. 2016 Mengenai Pengenalan Lingkungan Sekolah, ” kata Kepala Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah Gatot Bambang Hastowo di Semarang, Rabu (12/7).

Gatot menerangkan kalau pengenalan lingkungan sekolah yaitu aktivitas pertama masuk sekolah untuk pengenalan program, fasilitas serta prasarana sekolah, langkah belajar, penanaman rencana pengenalan diri, dan pembinaan kultur awal sekolah.

Dalam proses pengenalan lingkungan sekolah pada 17-19 Juli 2017 di lingkungan sekolah semasing, kata dia, kepala sekolah bertanggungjawab penuh, dari mulai rencana, proses, serta pelajari.

Aktivitas yang dikerjakan sepanjang pengenalan lingkungan sekolah mesti berbentuk mendidik, dan dilarang melakukan aktivitas yang berbentuk perpeloncoan serta atau kekerasan.

” Siswa ataupun penyelenggara harus kenakan seragam atau atribut resmi sekolah, ” tutur bekas Sekretaris KPU Propinsi Jawa Tengah itu.

Pihak sekolah bisa melibatkan tenaga kependidikan yang relevan, namun dilarang berikan pekerjaan yg tidak relevan, serta dilarang memungut cost apa pun argumennya.

Berkaitan proses pengenalan lingkungan sekolah serta th. ajaran 2017/2018, Disdikbud Jateng juga buka kanal aduan.

Orang-orang dapat menghubungi ” call center ” Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah dengan nomor telepon (024) 86041265 atau twitter @pdkjateng.

Gatot meyakinkan juga akan memberi sangsi sesuai sama ketetapan yang berlaku pada pihak sekolah yang lakukan pelanggaran berkaitan dengan proses pengenalan lingkungan sekolah.