SHARE
Eva Ompita Soraya, banyak berperan dalam kasus korupsi yang melibatkan Partai Demokrat.

Salah satu kurir yang dikenal dekat dengan klan Cikeas, Eva Ompita Soraya, harus ditelusuri jejaknya dalam kasus mega korupsi e-KTP. Eva, bersama  Vidi Gunawan dan Yosep Sumartono, merupakan tokoh kunci yang membag-bagikan uang sogokan.

Saat Jaksa KPK, Irene Putri, menggambarkan distribusi aliran dana dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto, peran Eva sangat sentral. Perempuan yang pernah menjadi staf Fraksi Partai Demokrat disebut menjadi perantara pemberian uang korupsi e-KTP sebesar USD 500 ribu untuk Anas Urbaningrum.

Sementara Vidi Gunawan yang merupakan saudara Andi Agustinus alias Andi Narogong menjadi perantara distribusi uang haram e-KTP ke sejumlah pihak terkait, termasuk otak korupsi e-KTP, Gamawan Fauzi. Mantan Mendagri yang minta dikutuk rakyat Indonesia itu akan segera menerima azabnya.

Pada April 2011, Vidi bersama dengan Yosep Sumartono menjadi penghubung penyerahan uang sebesar USD 200 ribu dari Direktur PT Quadra Solution Achmad Fauzi ke terdakwa Sugiharto. Kemungkinan besar, Sugiharto juga membagi uang tersebut ke Gamawan Fauzi yang nota bene adalahnya bosnya saat itu.

Peran Eva akan semakin nyata dan terlihat langsung di persidangan, karena dia memiliki data yang selama ini menjadi alat bukti kemana saja aliran dana sogokan e-KTP mengalir.

Peran Eva tak hanya dalam kasus e-KTP saja. Wanita ini juga berperan besar sebagai kurir dalam kasus Hambalang dan korupsi-korupsi lainnya yang melibatkan petinggi Partai Demokrat dan Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara partai Demokrat.

https://id.linkedin.com/in/eva-ompita-soraya-284b1790

 

Baca Juga  Fahri Hamzah Tegaskan Hak Angket untuk Perbaiki Tugas Mulia KPK, Bukan Sebaliknya