SHARE
Agus Rahardjo (Ketua KPK) yang anggaran terus disunat dengan alasan efisiensi.

Kasus dugaan korupsi pada proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) sudah sejak dua bulan lalu berproses di ranah pengadilan.

Senin (15/5) ini digelar sidang ke-15 di PN Tipikor Jakarta.

Entah sampai kapan persidangan kasus e-KTP ini akan berlangsung.

Pasalnya, masih banyak saksi yang belum dipanggil, sementara kasus e-ktp juga sudah bercabang dengan penetapan tersangka terhadap Andi Agustinus dan Miryam S Haryani

Di sisi lain, masih banyak juga kasus-kasus korupsi lain yang ditangani KPK dan berkasnya tinggal dilimpahkan ke pengadilan.

Hal itu pula yang diingatkan oleh Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR.

KPK, katanya, sepertinya terlalu bernafsu dalam memproses kasus e-KTP.

Itulah yang dikeluhkan Fahri Hamzah sejak lama.

kokor

Ia mengisyaratkan, ada something-wrong dengan KPK.

Untuk kesekian kalinya pula Fahri Hamzah menyatakan adanya keterlibatan Ketua KPK Agus Rahardjo di kasus e-KTP.

Fahri menegaskan kembali, saat proyek e-KTP diadakan pada 2011-2012, Agus Rahardjo masih menjadi Direktur Utama LPPK (Lembaga Pengkajian Pengadaan Barang dan Jasa) Kemendagri.

“Pak Agus yang tahu kejadian, bahkan di dalam audit dan wawancara pejabat Kemendagri,” ujar Fahri di gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (15/5).

Fahri Hamzah kembali sesalkan penyidik KPK yang bertindak tak profesional dalam penyidikan kasus e-KTP.
Fahri Hamzah 

Fahri menceritakan Agus Rahardjo berkali-kali hadir ikut menentukan jalannya rapat.

Bahkan, kata Fahri, Agus Rahardjo datang membwa satu grup dalam rapat tersebut.

“Sekarang pak Agus sebagai Ketua KPK mau kelihatan gagah-gagahan, mau memproses e-KTP itu conflict of interest, dia punya masalah karena masa lalunya ada di LPPK,” ujar Fahri.

Fahri pun mempertanyakan sikap KPK ingin membongkar kasus e-KTP saat ini.

Karena itu politisi PKS menilai sebaiknya Agus mundur.

“Makanya ketika kalian sebut KPK berani, jujur, hebat, dan semboyan-semboyan moral lainnya sesungguhnya pak Agus punya masalah moral disini, kenapa dia enggak mundur, saya kira itu masalahnya,” terang Fahri.