SHARE
Gamawan Fauzi, bersaksi di sidang Tipikor.

Seorang pembaca Nasionalisme.net menyampaikan uneg-unegnya. Gamawan Fauzi itu benar-benar sakti mandraguna. Untouchable. Tak tersentuh. “Kalau di zaman dulu, dia ibarat pendekar super sakti, tokoh rekaan asmaraman S.Kho Ping Hoo,” kata pembaca setia Nasionalisme.net dari Kelapa Gading, Jakarta Utara, itu.

Gamawan Fauzi mestinya bangga disejajarkan dengan Pendekar Super Sakti yang diwujudkan melalui sosok Bu Kek Siansu dan kemudian Suma Han, salah satu keturunannya yang paling terkenal. Sayangnya, Gamawan Fauzi sangat tak pantas disandingkan namanya dengan keharuman figur Bu Kek Siansu dan Suma Han tersebut.

Pasalnya, sosok Gamawan Fauzi lebih dikonotasikan sebagai penjahat dari kasus dugaan korupsi berjamaah pada proyek pengadaan e-KTP dari kementerian yang dipimpinnya, Kemendagri.

admin-ajax

Pengibaratan pendekar super sakti untuknya karena kelicinan sekaligus kelicikannya, yang memungkinkannya masih belum tersentuh oleh jerat hukum. Komisi Pemberantasan Korupsi pun tampaknya masih harus berpikir keras untuk menetapkannya sebagai tersangka utama dari kasus e-KTP yang digagas oleh kementeriannya itu.

Dari ratusan saksi yang sudah dimintai keterangannya oleh penyidik KPK terkait kasus pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2012, nama Gamawan Fauzi yang paling banyak disebut-sebut keterlibatannya. Bahkan oleh Mohammad Nazaruddin, mantan koleganya di Partai Demokrat, serta beberapa anak buahnya di kemendagri.

Keterlibatan Gamawan Fauzi pada keseluruhan tahapan pengadaan e-KTP ini diterangkan oleh Diah Anggraini, mantan sekjen Kemendagri, serta Irman dan Sugiharto, dua pejabat Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri. Mohammad Nazaruddin menyebut, Gamawan Fauzi paling sering meminta dana kepada Andi Narogong, pemenang tender proyek pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2012 itu.

Gamawan Fauzi, terima uang e-KTP tapi tak mau ngaku.
Gamawan Fauzi, terima uang e-KTP tapi tak mau ngaku.

Karena paling sering disebut oleh sebagian besar saksi yang dimintai keterangannya di KPK, pimpinan lembaga antirasuah sudah memutuskan akan menetapkannya sebagai tersangka kasus e-KTP. Media sudah ramai memberitakan bahwa pada Desember 2016 Gamawan Fauzi akan menjadi tersangka.

Baca Juga  Siapa yang Bohong Besar, Fitnah Keji & Melakukan Pembunuhan Karakter?

Entah bagaimana, KPK tidak jadi menetapkan status tersangka kepada Mendagri 2009-2014 tersebut.

Hingga saat ini KPK tidak pernah secara terbuka menyampaikan alasannya mengapa tidak jadi memberikan status tersangka itu kepada Gamawan Fauzi. Meski demikian, masyarakat ternyata tidak melupakan hal itu. Buktinya, ada saja yang mempertanyakannya kepada Nasionalisme.net.