SHARE
Agus Rahardjo disebuy Gamawan Fauzi juga terlibat dalam kasus e-KTP.

Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi sempat menyatakan ada sejumlah nama pejabat negara yang merestui proyek e-KTP di antaranya

Mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), Agus Rahardjo, disebut oleh Gamawan Fauzi juga terlibat dalam kasus e-KTP.

Mantan Mendgari itu menyebut peran Ketua KPK itu dalam persetujuan pengadaan e-KTP. Namun pihak KPK justru membantah keterangan Gamawan. “Dalam dakwaan sudah kita uraikan, soal itu,” ucap Febri, Sabtu (11/3/2017).

Febri melanjutkan kala itu, dibawah kepemimpinan Agus, LKPP sudah menyarankan agar Sembilan lingkup pekerjaan tidak digabungkan karena ada peluang gagal sangat besar dan berpotensi merugikan keuangan negara.

Gamawan sendiri mengatakan Agus turut merestui proyek e-KTP seusai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK di Jakarta pada Kamis, 20 Oktober 2016 silam.

Pada November tahun 2009 atau sebelum proyek e-KTP dimulai, kata Gamawan, program pengadaan e-KTP dilaporkannya kepada Wakil Presiden.

Itu karena perintah Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 yang mengamatkan selambat-lambatnya lima tahun setelah diterbitkan, pemerintah harus menyediakan nomor induk kependudukan untuk masyarakat.

“Mulai dari situlah, Ibu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) dan menteri-menteri lain, lalu diangkat dengan Keputusan Presiden,” ujar Gamawan.

Baca Juga  Praktek Suap BPK Lebih Menimbulkan Rasa Sakit di Masyarakat Dibanding Kasus E-KTP