SHARE

Komisi Pemberantasan Korupsi tampaknya bekerja keras untuk merampungkan berkas penyidikan bagi Andi Agustinus atau Andi Narogong, yang menjadi tersangka ketiga dari kasus e-KLTP Kemendagri.

Berkas perkara Andi Narogong ini disebut-sebut tengah dilengkapi dan disempurnakan, dan nantinya segera dilimpahkan ke pengadilan, untuk disidangkan di PN Tipikor Jakarta.

Untuk melengkapi berkas perkara Andi Agustinus ini KPK telah memanggil puluhan saksi.

Mereka dimintai keterangannya terkait peran Andi Agustinus, salah satu rekanan di Kemendagri yang dikenal sangat dekat dengan Gamawan Fauzi, Mendagri 2009-2014.

Mereka yang didatangkan ke gedung KPK sebagian besar adalah saksi-saksi di sidang e-KTP Kemendagri, yang telah berproses di PN Tipikor Jakarta sejak 9 Maret 2017.

gama

Sudah puluhan yang diperiksa dalam hubungannya dengan Andi Agustinus ini.

Termasuk belasan pejabat di Kemendagri semasa dipimpin oleh Gamawan Fauzi, diantaranya Sekjen Diah Anggraini, serta Irman dan Sugiharto.

Dua nama terakhir adalah mantan Dirjen Dukcapil dan Direktur Pengolahan Data Dukcapil Kemendagri yang sudah menjadi tersangka utama kasus e-KTP ini.

KPK wajib memanggil kembali Gamawan Fauzi untuk didalami keterangannya, terkait hubungannya dengan Andi Agustinus.

Sekadar mengingatkan, Gamawan Fauzi, Diah Anggraini serta Irman dan Sugiharto sebelumnya sudah sama-sama dijadikan saksi di persidangan kasus e-KTP.

Mereka dipanggil secara bersamaan, yakni 16 Maret 2017.

Saat sama-sama memberikan kesaksiannya tersebut, para petinggi Kemendagri ini melemparkan kesalahan pada bawahannya.

gama1

Diah Anggraini, sekjen, menuding Irman yang menjabat Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencataatan Sipil.

Sementara, Gamawan Fauzi sebagai pemimpin tertinggi, menyebut Diah Anggraini-lah yang merekomendasikan ia untuk mengangkat Irman.

Selain itu, Gamawan merasa dia telah ditipu oleh Irman, bawahannya yang kerap menggantikan dirinya dalam rapat-rapat dengan Komisi Pemerintahan DPR.

Baca Juga  KPK Simpan Bukti Pertemuan Gamawan Fauzi dan Paulus Tanos

“Irman kan dulu pelaksana tugas. Ini juga usul Sekjen. Ia sudah melakukan uji coba e-KTP dan dianggap paham proyek ini. Saya tidak kenal Pak Irman sebelumnya,” demikian antara lain disampaikan Gamawan Fauzi di persidangan 16 Maret, sebagaimana tertuang dalam dokumen Nasionalisme.net.

andiku

Ketika ditanyakan perihal penentuan pemenang tender yang seluruhnya terafiliasi dengan kelompok Andi Agustinus, Gamawan Fauzi mengakui tidak mengetahui hal itu.

Padahal, dari kesaksian beberapa pengusaha terkait proses pengadaan e-KTP, Gamawan Fauzi bersama Andi Agustinus yang mengatur pemenang tender e-KTP tersebut.
Dalam dakwan kasus e-KTP ini Gamawan Fauzi didakwa menerima Rp 43,65 miliar (terdiri atas US$ 4,5 juta dan Rp 50 juta).

Dengan perincian, US$ 2,5 juta disampaikan melalui saudaranya, Azmin Aulia, dan US$ 2 juta melalui adiknya yang lain, Afdal Noverman.