SHARE

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah berada di Jakarta. Kamis (30/3) pagi ini ia siap meluncur ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta. Ganjar dihadirkan sebagai salah satu saksi dalam lanjutan sidang kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri.

Sidang ke-4 kasus e-KTP yang digagas Kemendagri ini direncanakan dimulai pkl 09.00 WIB.

Pada Rabu (29/3) malam, saat ditemui di rumah dinas Gubernur Jateng “Puri Gedeh” Kota Semarang,  Ganjar menegaskan bahwa dirinya akan hadir memenuhi undangan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke persidangan Tipikor Jakarta ini.

Ganjar adalah salah satu politisi dari PDI Perjuangan yang didakwa turut menerima aliran dana proyek e-KTP Kemendagri ini, khususnya ketika masih menjadi anggota dewan dan duduk di Komisi II.

Politisi PDI Perjuangan lainnya yang disangkakan menerima duit mark-up proyek e-KTP itu adalah Yasonna Laoly, Olly Dondokambey dan Arief Wibowo.

Yasona kini Menkumham, Olly jadi  Gubernur Sulut, sementara Arief masih di DPR. Olly dan Arief belum dihadirkan sebagai saksi.

“Saya mau datang, apapun pertanyannya hakim pasti kita jawab,” tegas Ganjar.

katp

Saat ditanya apa persiapannya sebelum nantinya hadir di persidangan, Ganjar mengaku tak ada persiapan khusus.

Ia mengaku siap menjawab apapun pertanyaan yang diajukan hakim.

Ia memperkirakan pertanyaan akan seputar kesaksiannya saat diperiksa penyidik KPK beberapa waktu lalu.

“Saya nggak tahu, apa yang mau ditanyakan hakim di persidangan, waktu dulu saya dimintai kesaksian (di penyidik KPK), kan lebih banyak bagaimana proses penganggaran, siapa yang menerima uang pak ganjar tahu atau tidak, memang saya tidak banyak tahu secara langsung,” ungkapnya.

Politikus PDI Perjuangan ini juga menegaskan bahwa dirinya tak menerima aliran dana suap e-KTP.

Baca Juga  Miryam S.Haryani Datang...Tidak...Datang...Tidak

Ia justru memperkirakan, ada tiga kemungkinan yang terjadi, pertama menerima (tap tidak sampai), tidak menerima, dan dapat jatah.

“Sebenarnya saya tidak terima, mungkin saya dijatah sehingga saat ditawari ini ada sesuatu saya bilang nggak usah, jadi bukan saya menerima dan saya kembalikan, itu tidak,” tegasnya.