SHARE

Satu diantara korban wafat dunia kecelakaan speedboat (kapal cepat) ” Rezeki Baru ” di perairan Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Gilang Bayu Sito (22) tiba dirumah duka di Desa Tambakboyo RT 03 RW 01 Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (27/6/2017) sore.

Isak tangis keluarga segera pecah demikian mobil ambulans masuk pelataran tempat tinggal korban yang dipenuhi beberapa ratus pelayat. Terlebih dulu jenazah Gilang dijemput memakai mobil ambulans Baguna PDIP dari Bandara Adisucipto, Yogyakarta.

Paman Gilang, Mustaat menyebutkan, semasa hidupnya Gilang yaitu anak yang giat bekerja. Ia adalah sulung dari dua bersaudara serta sudah jadi tulang punggung untuk keluarganya.

Gilang pergi ke Kalimantan untuk untuk menghidupi keluargan serta membiayai sekolah adiknya.

” Semua, beberapa rekannya juga dipamiti bila ingin ingin ke Tarakan di ajak rekannya yang telah berada di sana. Nampaknya kok bagus, dapat itu kelak masa depannya adiknya agar dapat sekolah hingga SMA, ” kata Mustaat.

Disamping itu Ketua RT 03 RW 01 desa Tambakboyo, Karis Rubiyanto kembali kenang almarhum jadi pribadi yang tamah serta santun, terkecuali jadi seseorang yang berjiwa sosial tinggi.

Karena tersebut, Gilang oleh rekan-rekan sepantarannya dipilh jadi Ketua Karang Taruna di desanya sampai waktu keberangkatannya ke Kalimantan. Kepergian Gilang, adalah kehilangan yang besar untuk warga di desanya.

” Tempo hari jam sebelas telah bisa berita dari sana, selalu warga bersiap untuk tempatnya. Untuk liang kuburnya juga telah dibikin, ” kata Karis.

Beberapa ratus pelayat terlihat ada untuk memberi doa serta penghormatan paling akhir untuk Gilang.

Almarhum Gilang dimakamkan di TPU Ringin desa Tambakboyo selesai dishalatkan di masjid setempat.

Terlebih dulu dikabarkan, satu speedboat yang membawa lebih 40 penumpang dilaporkan terbenam sesudah menabrak kayu di perairan Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (25/7/2017) sekitaran jam 09. 30 Wita.

Speedboat dengan rute Kota Tarakan menuju Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, itu terbalik serta terbenam di perairan sekitaran 1 km dari Pelabuhan Tengkayu. Seseorang saksi mata, Ati Gunawan, yang dihubungi lewat sambungan telepon menyebutkan, speedboat ” Rezeki Baru ” itu terbenam karena menabrak kayu hingga terbalik.