SHARE

JAKARTA – Terdakwa pengurusan pajak PT EK Sempurna Export Indonesia, Handang Soekarno divonis pidana penjara 10 tahun serta denda Rp 500 juta.

Handang sebagai Kasubdit Kontrol Bukti Permulaan, Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Pajak serta Penyidik PNS pada Direktorat Jenderal Pajak dapat dibuktikan dengan secara sah lakukan perbuatan korupsi.

” Mengadili menyebutkan terdakwa Handang dapat dibuktikan dengan sah serta memberikan keyakinan bersalah lakukan tindak pidana korupsi, ” kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (24/7/2017).

Perbuatan Handang dinilai tidak mensupport program Pemerintah dalam usaha pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sesaat beberapa hal yang memperingan yaitu terdakwa belum juga sempat dihukum, berlaku sopan sepanjang persidangan, serta mengaku tindakannya.

Vonis itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi yaitu dituntut pidana penjara 15 tahun serta denda Rp 750 juta.

Handang dinilai dapat dibuktikan lakukan perbuatan korupsi serta tidak mematuhi Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 seperti dirubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 mengenai tindak pidana pemberantasan korupsi.

Handang terima janji sebesar 148. 500 Dolar Amerika Serikat atau setara Rp 1. 998. 810. 000 Country Director PT EK Sempurna Export Indonesia Ramapanicker Rajamohanan Nair.

Uang itu adalah beberapa dari jumah yang dijanjian Rp 6 miliar supaya Handang menolong percepat penyelesaian persoalan pajak yang dihadapi PT EK Sempurna Export Indonesia.

Persoalan pajak itu diantaranya mengajukan pengembalian keunggulan bayar pajak (restitusi), Surat Tagihan Pajak Pajak Bertambahnya Nilai, Penolakan Pengampunan Pajak (tax amnesty) serta Kontrol Bukti Permulaan pada Kantor Service Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA Enam) Kalibata serta Kantor Kanwil Ditjen Pajak Jakarta.