SHARE

JAKARTA- Terdakwa Petinggi Direktorat Jenderal Pajak Handang Soekarno juga akan dengarkan pembacaan vonis pada dianya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Handang yaitu terdakwa masalah korupsi pengurusan pajak PT EK Sempurna Export Indonesia. Dia terlebih dulu dituntut pidana penjara 15 th.. Waktu membacakan nota pembelaan pada sidang sebelummya, Handang mengatakan tuntutan itu begitu mengerikan.

Bagaimana tidak, Handang Soekarno menyebutkan tuntutan itu lebih dari 1/2 waktu kerjanya jadi pegawai negeri sipil di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

” Hal semacam ini benar-benar begitu mengerikan serta tidak terbayang karenanya lebih dari 1/2 waktu kerja saya di Direktorat Jenderal Pajak. Hidup serta nasib saya jadi berantakan, misterius serta beralih mencolok dan tidak terang ingin ke arah mana, ” kata Handang waktu membacakan nota pembelaan pribadi atau pledoi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakara, Senin (10/7/2017).

Handang mengakui kariernya jadi PNS cuma jalan 26 th.. Dia pertama kalinya bekerja jadi abdi negara mulai sejak th. 1990 serta selesai waktu dia di tangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi pada 21 September 2016.

Handang menyebutkan tuntutan itu nyaris setara dengan tuntutan seumur hidup untuk dia. Dalam pembelaannya, Handang Soekarno menyebutkan dengan perspektif sosial serta budaya waktu hidup orang-orang Indonesia yaitu 60-70 th..

” Umur saya sekarang ini 50 th.. Tuntutan in setara seumur hidup untuk saya, ” kata dia.
Pada saat itu, Handang mengaku bersalah serta mengemukakan rasa penyesalannya.

” Lepas dari sebagian kenyataan persidangan saya jadi manusia umum dapat juga berbuat kilaf serta salah, ” kata dia.

Handang Soekarno terlebih dulu dituntut pidana penjara 15 th. serta denda Rp 750 juta pada sidang terlebih dulu.

Baca Juga  Taufiequrachman Ruki Dukung Hak Angket kepada KPK

Handang dinilai dapat dibuktikan lakukan perbuatan korupsi serta tidak mematuhi Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 th. 1999 seperti dirubah dengan Undang-Undang Nomor 20 th. 2001 mengenai tindak pidana pemberantasan korupsi.

Tuntutan itu menurut JPU Jaksa Takdir Suhan karna perbuatan Handang menyebabkan dampak yang mengagumkan pada orang-orang terutama harus pajak.

” Argumen JPU KPK menuntut hingga 15 th. itu, yaitu kembalikan keyakinan umum, terutama harus pajak. Karna kita memahami Harus Pajak yaitu satu diantara sumber keuangan untuk pembangunan, ” kata Takdir selesai persidangan, Jakarta, Rabu (21/6/2017).

Handang terima janji sebesar 148. 500 Dolar Amerika Serikat atau setara Rp 1. 998. 810. 000 Country Director PT EK Sempurna Export Indonesia Ramapanicker Rajamohanan Nair.

Uang itu adalah beberapa dari jumah yang dijanjian Rp 6 miliar supaya Handang menolong percepat penyelesaian persoalan pajak yang dihadapi PT EK Sempurna Export Indonesia.

Persoalan pajak itu diantaranya mengajukan pengembalian keunggulan bayar pajak (restitusi), Surat Tagihan Pajak Pajak Bertambahnya Nilai, Penolakan Pengampunan Pajak (tax amnesty) serta Kontrol Bukti Permulaan pada Kantor Service Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA Enam) Kalibata serta Kantor Kanwil Ditjen Pajak Jakarta.

Handang yaitu Kasubdit Kontrol Bukti Permulaan, Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Pajak serta Penyidik PNS pada Ditjen Pajak.