SHARE

Semarang – Seseorang pria mencurigakan diamankan petugas Instansi Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane, Semarang. Terkecuali pria itu, diamankan sabu seberat sekitaran 30 gr yang disimpan didalam bungkus rokok.

Kepala Lapas Kedungpane Taufiqurrakhman menyebutkan penangkapan berlangsung sekitaran jam 16. 00 WIB. Waktu itu petugas bernama M Ali datang akan bermain tenis di lapas. Saat itu dia lihat dua orang yang gerak-geriknya mencurigakan.

” Dia lihat ada dua orang, satu di sepeda motor di parkiran, satu dimuka pintu lapas, ” kata Taufiq di Lapas Kedungpane, Rabu (26/7/2017) malam.

Waktu itu Ali lihat pria diatas motor memberi isyarat pada rekannya yang berada di depan pintu. Karna semakin berprasangka buruk, Ali hampiri pria dimuka pintu untuk ajukan pertanyaan. Tetapi pria itu malah berupaya kabur.

” Saat di tanya, orang ini seperti cemas. Yang naik motor kabur, ” tutur Taufiq.

Ali lalu menguber serta berhasil menangkap pria yang terlebih dulu ada dimuka pintu. Waktu tersebut terjatuh bungkus rokok warna hitam-hijau. Saat di buka, nyatanya didalam bungkus rokok ada paket plastik diisi serbuk sabu.

” Dibawa kedalam lapas serta Pak Ali lapor ke saya. Saya segera datang kesini, ” tandas Taufiq.

Pihak lapas lalu bekerjasama dengan Polsek Ngaliyan untuk sistem hukum selanjutnya. Diprediksikan berat sabu yang diketemukan sekitaran 30 gr. Taufiq mengira pria itu akan menyelundupkan narkoba.

” Disangka berusaha menyelundupkan narkoba, ” ucap Taufiq.

Di ketahui, pria yang di tangkap bernama Rishad Kristiawan. Waktu di tanya, Rishad berkelit berkaitan kepemilikan sabu yang jatuh dari jaketnya. Ia berkeras sabu itu bukanlah kepunyaannya walau ia mengakui jadi customer sabu.

Baca Juga  Jaringan Narkoba Pretty Asmara Ditelusuri Polisi

” Saya memanglah gunakan, sekitaran satu minggu kemarin. Namun itu (sabu dalam bungkus rokok) bukanlah miliki saya, ” kata Rishad.

Maksud kehadiran Rishad diluar jam kunjungan juga mencurigakan. Ia mengakui menginginkan berjumpa pamannya yang bekerja di Lapas Kedungpane, namun anehnya dia kembali mengaku bila pamannya itu telah pensiun lama.

” Ingin mencari pakde, masih tetap ternak ayam tidak, ” kilahnya.