SHARE

Jakarta – RUU Penyelenggaraan Pemilu sudah disahkan jadi UU lewat paripurna DPR yang diwarnai tindakan walk out. Sekurang-kurangnya ada 5 gosip krusial di UU Pemilu sebagai pijakan untuk Pemilu 2019 yang akan datang. Apa sajakah?

Lima gosip krusial dalam RUU Pemilu yaitu ambang batas presidential atau presidential threshold, ambang batas parlemen atau parliamentary threshold, alokasi kursi anggota DPR per daerah penentuan (dapil), cara konversi nada pemilu legislatif, serta system pemilu.

Dalam paripurna yang berjalan sampai lewat larut malam pada Jumat (21/7/2017) barusan, UU Pemilu telah disahkan dengan gosip krusial dari pilihan A. Tersebut berisi :

1. Presidential Threshold : 20-25 Persen

Presidential threshold yaitu ambang batas untuk partai politik atau paduan partai politik untuk mengajukan presiden atau wapres. Presidential threshold 20-25% tujuannya yaitu parpol atau paduan parpol mesti mempunyai 20 % jumlah kursi di DPR serta/atau 25 % nada sah nasional di Pemilu terlebih dulu.

2. Parliamentary Threshold : 4 Persen

Parliamentary threshold yaitu ambang batas pencapaian nada partai politik untuk dapat masuk ke parlemen. Ini bermakna parpol minimum mesti memperoleh 4 % nada untuk kadernya dapat duduk jadi anggota dewan.

3. System Pemilu : Terbuka

System seimbang terbuka bermakna di kertas nada terpampang nama caleg terkecuali nama partai. Pemilih dapat juga mencoblos segera nama caleg yang dikehendaki.

4. Dapil Magnitude : 3-10

Dapil magnitude atau alokasi kursi per dapil yaitu rentang jumlah kursi anggota DPR di tiap-tiap daerah penentuan. Berdasar pada Pasal 22 ayat (2) UU Nomor 8/2012 dijelaskan jumlah kursi di tiap-tiap dapil anggota DPR paling sedikit 3 kursi serta paling banyak 10 kursi. Hal semacam ini yang disetujui.

5. Cara Konversi Nada : Sainte Lague Murni

Baca Juga  Ini Alasan DPR Berikan Dukungan untuk Densus Tipikor

Cara konversi nada memengaruhi jumlah kursi tiap-tiap parpol yang maju ke DPR. Cara sainte lague murni mengaplikasikan bilangan pembagi nada berangka ganjil seperti, 1, 3, 5, 7, 9, dan sebagainya. Cara sainte lague ini dalam lakukan penghitungan nada berbentuk seimbang yakni tak ada pembedaan serta tidak memihak apakah itu partai kecil maupun partai besar.