SHARE
Agus Raharjo, Ketua KPK yang disangkutkan Gamawan Fauzi pada kasus e-KTP.

Rasanya sulit untuk menemukan figure yang bersih dan benar-benar antikorupsi di Indonesia. Bahkan sosok penting di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sangat jauh dari sebutan orang bersih dan bebas korupsi.

Agus Rahajrdjo, Ketua KPK saat ini, Bahkan ditengarai terlibat langsung atau tidak langsung dalam kasus korupsi e-KTP. Beberapa Saksi atau sumber di Kementrian Dalam Negeri, menyebut Agus Rahardjo, sempat terlibat untuk memenangkan salah satu konsorsium dalam lelang proyek e-KPT.

Saat itu Agus Rahardjo, masih menjabat sebagai Ketua LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah). Agus memang berniat untuk memenangkan satu konsorsium yang sengaja ia bina untuk proyek ini.  Saat itu Agus Rahardjo juga melakukan lobi-lobi dalam pengadaan proyek e-KTP.

“Sebagai Ketua LKPP Pak Agus saat itu melobi untuk memenangkan salah satu konsorsium,” kata Fahri Hamzah , beberapa pecan lalu di Jakarta.

Fahri Hamzah dan Fadli Zon, dua pendekar dari DPR RI.
Fahri Hamzah dan Fadli Zon, dua pendekar dari DPR RI.

Wakil Ketua DPR ini pun menantang Agus untuk bisa membuktikan sebalinya, atau minimal pengakuan bersih darinya saat menangani kasus ini. Menurut Fahri Hamzah, ia mendapatkan informasi tersebut dari salah satu sumber di Kemendagri termasuk Gamawan Fauzi.

“Bahkan ada pernyataan yang mengancam, kalau bukan (konsorsium) itu yang menang akan gagal. Agus yang ngomong begitu,” ucap Fahri.

Lantaran konsorsium yang dibina oleh Agus tersebut gagal atau kalah dan tender, maka Agus melakukan maneuver balas dendam seperti yang ia lakukan saat ini.

Kini Fahri justru mempertanyakan kenapa kesaksian yang sudah diberikan oleh pejabat Kemendagri itu tidak dimasukkan ke dalam dakwaan kasus korupsi e-KTP yang dibuat oleh Jaksa Penuntut Umum KPK. Bahkan keinginan Novel Baswedan untuk memasukkan keterangan itu kembali dicegah oleh pimpinan internal di KPK. Tak heran jika Novel pun akhirnya menerima kekerasan seperti yang menimpanya pecan lalu.

Baca Juga  Kasus SP2 Novel, Polisi vs Polisi di KPK

”Jadi dakwaan ini sepihak. Keterangan orang dipotong-potong kan, yang merugikan dia tidak disebut. Kenapa enggak disebut kronologi di situ bahwa dia ikut melobi?” ucap Fahri.

Fakta ini jika diungkap, tentu saja akan mempersulit Agus Rahardjo. Bukan tidak mungkin Agus Rahadjo akan terpental dari kursinya seperti halnya pimpinan KPK pada masa lalu, Bibit Samad-Chandra Hamzah, atau Abraham Samad-Bambang Widjojanto.

Novel Baswedan,  penyidik KPK yang menjadi sasaran aksi balas dendam pihak tertentu.
Novel Baswedan, penyidik KPK yang menjadi sasaran aksi balas dendam pihak tertentu.

Fahri juga menilai, konflik kepentingan yang dimiliki Agus Rahardjo dalam kasus korupsi e-KTP ini sudah sangat kentara. Fahri pun menuntut agar Agus segera mundur dari KPK. Bahkan perlu diselidki pula, apa kaitannya Agus Rahardjo dengan kekerasan yang menimpa Novel baswedan.

Apalagi juga tertiup rumor di KPK, jika Agus Rahardjo dan Aris Budiman, Direktur Penyidikan KPK, tengah berusaha menyingkirkan Novel Baswedan dari KPK. Kelompok-kelompok piminan di KPK, selama ini memang tengah menghadapi perang dingin dengan kelompok penyidik dari Novel Baswedan dkk.

Kini semakin kentara, jika konflik yang ada di KPK, adalah penyebab utama kekerasan yang diterima oleh Noverl Baswedan. Mereka menimpakan ke figur-figur yang ada di kasus e-KTP, agar pekerjaan kotor mereka bisa disembunyikan.