SHARE
Nurdin Halid (Kiri), tetap mendukung Setya Novanto dan pastikan Partai Golkar tetap solid.

Status pencekalan yang dikenakan kepada Setya Novanto, tak membuat kegoncangan di tubuh Partai Golkar. Masalah yang dihadapi oleh Ketua Umum Partai Golkar itu dianggap hal biasa.

Kader partai berlambang pohon beringin di seluruh Indonesia, bahkan terlihat tetap tenang menghadapi situasi itu. Apalagi pencekalan yang diminta oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) ke Ditjen Imigrasi itu berbau tak sedap.

Aroma untuk menggiring dan menimpakan semua kesalahan dalam korupsi e-KTP ke sosok Ketua DPR RI itu kian jelas. KPK tengah bermanuver untuk membuat kegaduhan. Bahkan di tubuh KPK juga terindikasi perpecahan antara kubu Novel Baswedan dan kubu Agus Rahardjo.

Aksi pencekalan Setnov yang sehari kemudian diikuti aksi kekerasan kepada Novel Baswedan adalah trik-tik licik sejumlah pihak agar kasus ini mengelinding tak tentu arah dan Partai Golkar dirugikan.

Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid juga memastikan pencekalan Setya Novanto tak mengguncang stabilitas organisasinya. Saat ini seluruh kader Golkar, malah semakin menunjukkan solidaritasnya di tengah terpaan dugaan keterlibatan ketua umum partainya itu.

“Tidak ada keguncangan di tubuh organisasi. Golkar tetap kompak dan solid. Program partai tetap berjalan di semua tingkatan, dari pusat sampai kepada daerah,” kata Nurdin.

Pencekalan berpergian ke luar negeri terhadap Novanto, hanya upaya dan langkah hukum penanganan kasus e-KTP. Hal ini dan tidak memberikan pengaruh apapun terhadap partai beringin.

“Pencekalan itu kan, bagian dari penegakkan hukum. Nah, kita harus menghargai dan menghormati azaz praduga tak bersalah. Jadi, tidak ada hal yang mengganggu Golkar. Di tubuh Partai Golkar itu ada sistem, manajemen, mekanisme dan aturan. Semua fungsi-fungsi partai saat ini telah berjalan dengan baik,” tuturnya.

Baca Juga  Novel Baswedan Dapat SP2 dari KPK, Mengapa?

Golkar juga menydarai banyaknya setingan yang dilakukan pihak tertentu untuk meruntuhkan kredibilitas mereka. Terutama sejak Partai Golkar menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo. Langkah yang digagas oleh Setya Novanto  ini diyakini  telah membuat peta politik berubah drastis.

Pihak-pihak yang tidak suka atau terpengaruh dengan langkah cantik Setya Novanto itu  kini berusaha menjegalnya. Jadi tak heran, kasus pencekalan ini adalah upaya mereka yang tak suka dengan peta politik yang terbentuk saat ini.