SHARE
Jusuf Kalla, membuat sebuah gerakan terselubung untuk menurunkan Setya Novanto.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, memang memiliki agenda tersembunyi dalam kasus e-KTP. Wakil Presiden ini seperti terus membidik Setya Novanto, Ketua Umum Golkar saat ini, agar menjadi tersangka dan divonis bersalah pada kasus yang tengah disidangkan di pengadilan Tipikor, Jakarta tersebut.

Jusuf Kalla memang memiliki agenda untuk mengganti Setya Novanto. Ia berkali-kali mengatakan Golkar saat ini tengah berada dalam posisi yang tidak menyenangkan. Pasalnya, Golkar saat ini sudah mendukung Joko Widodo untuk kembali mencalonkan diri di Pilpres 2019.

Wapres Jusuf Kalla berjabat tangan dengan Ketua DPD Irman Gusman (kiri), Ketua DPR Setya Novanto (kedua kiri) dan Ketua MPR Zulkifli Hasan (kedua kanan) dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri (kanan) saat menghadiri Pelantikan Menteri Kabinet Kerja periode 2014-2019 di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/10). Presiden Joko Widodo melantik 34 Menteri   dan dua Wakil Menteri.  ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/mes/14
Wapres Jusuf Kalla berjabat tangan dengan Ketua DPD Irman Gusman (kiri), Ketua DPR Setya Novanto (kedua kiri) dan Ketua MPR Zulkifli Hasan (kedua kanan) dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri (kanan) saat menghadiri Pelantikan Menteri Kabinet Kerja periode 2014-2019 di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/10). Presiden Joko Widodo melantik 34 Menteri dan dua Wakil Menteri. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/mes/14

JK kembali membuat gaduh kondisi Golkar dengan menggerakkan Yoris Raweyai, Korbid Politik Golkar untuk meniupkan isu-isu tak sedap soal Setya Novanto.

“Golkar berada dalam kondisi yang tidak menyenangkan, karena ketua umumnya sudah dicekal. Suatu partai harus mempunyai pemimpin yang baiklah,” ujarnya di kantor Wakil Presiden, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Selasa (25/4).

JK pun meminta Golkar menyiapkan sejumlah skenario jika memang Setya Novanto menjadi tersangka. JK yakin Partai Golkar dapat menyelesaikan permasalahan ini secara mandiri. Bahkan secara terang-terangan JK mengusulkan agar segera munaslub, untuk mengganti Setya Novanto. Ini jelas-jelas sebuah pengkhianatan yang dilakukan oleh kader Golkar terhadap partainya.

Kedekatan Joko Widodo (kiri) dengan Setya Novanto, membuat Jusuf Kalla, gundah gulana.
Kedekatan Joko Widodo (kiri) dengan Setya Novanto, membuat Jusuf Kalla, gundah gulana.

JK memang sangat berkepentingan terhadap posisi Ketua Umum Partai Golkar, karena ia ingin maju sebagai calon presiden dalam pilpres 2019. Salah satu partai yang ia andalkan tentu saja adalah Golkar. Namun saat ini Golkar sudah menentukan dukungannya kepada Jokowi. Padahal Jusuf Kalla sudah tidak bisa lagi menjadi wakil presiden untuk pemilihan presiden yang akan dating.

Lebih gawat lagi, JK sudah mengagendakan upaya untuk menggulingkan Jokowi dengan melakukan berbagai aktivitas yang berseberangan dengan Presiden Republik Indonesia itu.