SHARE
Fahd el Fouz, mengenak rompi oranye saat ditahan KPK.

Usaha KPK untuk selalu mengaitkan kasus-kasus yang dihadapi setiap kader Partai Golkar dengan Ketua Umum Partai Golkar tak pernah lelah. Bahkan beberapa kasus yang sebenarnya tak ada kaitannya pun terus saja disangkutkan.

Usaha KPK itu terlihat dalam intimidasi yang mereka lakukan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Alquran dan proyek pengadaan alat laboratorium Madrasah Tsanawiyah TA 2011-2012, Fahd El Fouz. Ketua AMPG, organisasi sayap Partai Golkar, beberapa hari terakhir, mengaku telah diintimidasi oleh para penyidik KPK.

Para penyidik tersebut, setelah selesai memeriksa Fahd dan berkasnya sudah P21 (siap dilimpahkan ke kejaksaan), namun masih saja menginterogasi Fahd. Ia selalu saja ditanyi tentang hubungannya dengan Ketua DPR, Setya Novanto.

Padahal Fahd sudah mengaku secara jelas dan terang, dia dan Novanto tidak menjalin bisnis bersama tapi hanya berhubungan sesama satu organisasi yakni Partai Golkar.

“Hubungan saya dengan ketua umum adalah hubungan hierarki organisasi. Tidak ada hubungan bisnis apapun, demi Allah, tujuh turunan saya tidak selamat ke bawah dan tujuh ke atas saya tidak selamat kalau saya ada hubungan bisnis (dengan Novanto),” tutur Fahd saat diperiksa penyidik di KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (6/6).

Namun pengakuan itu dianggap sepi oleh penyidik KPK. Mereka terus saja mengintimidasi Fahd dengan pertanyaan yang tidak penting itu karena tidak ada hubungannya dengan kasus korupsi yang dihadapinya.

Fahd pun mengaku telah membeberkan segala yang dia ketahui tentang kasus korupsi alquran tersebut. Ia bahkan sudah mengembalikan apa yang ia terima dan kooperatif selama pemeriksaan di KPK.

“Bahkan penyidik (bilang) seharusnya pekan lalu saya sudah P21. Ini kan barang lama. Kalau kalian tahu, Alquran ini yang membongkar adalah saya, Kementerian Agama, terang-benderang,” ucap dia.

Baca Juga  Ini Bukti KPK Lakukan Korupsi Juga!

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah pernah mengatakan pengusutan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Alquran dan proyek pengadaan alat laboratorium Madrasah Tsanawiyah TA 2011-2012 ini tidak akan berhenti pada satu tersangka yakni Fahd. Apalagi, dalam konstruksi perkara, kasus korupsi tersebut diduga dilakukan bersama-sama.

“Kalau nanti ditemukan bukti permulaan yang cukup dan ada pihak yang bertanggung jawab akan kita proses lebih lanjut. Karena ketika kami menemukan bukti bukti lain misalnya dan konstruksi secara hukum tak menutup kemungkinan kita akan lanjutkan,” ucap Febri.

Hanya saja, KPK terkesan mencari-cari hubungan antara Fahd dan Setya Novanto. Tampak sekali jika KPK memang sengaja mencari-cari kesalahan Setya Novanto. KPK sepertinya memiliki dendam pribadi pada Ketua DPR yang sudah menyetujui Pansus KPK.

Komisi Antirasuah ini jelas ingin mencari kesalahan pihak-pihak yang mengetahui kelemahan atau kebobrokan KPK. Tujuannya ditengaarai untuk menyelamatkan oknum-oknum bejat yang kini menguasai KPK demi kepentingan ytertentu.