SHARE

Serang – Bekas Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah divonis 5 th. 6 bln. penjara serta denda Rp 250 juta subsider 3 bln. kurungan. Ia dapat dibuktikan lakukan tindak pidana korupsi mengatur sistem penganggaran pengadaan alat kesehatan di Banten serta merugikan negara sebesar Rp 79 miliar.

Lantas, bagaimana respon Gubernur Banten Wahidin Halim serta Wakil Gubernur Andika Hazrumy masalah vonis itu.

Wahidin Halim malas banyak bicara tentang vonis Atut. Menurut dia, tak ada jalinan serta relevansi pada aktivitas gubernur hari ini dengan vonis yang di terima Atut.

” Tidak butuh di tanya ini (vonis Atut). Kita bicara masalah saat ini serta hari esok, ” kata Wahidin di waktu berkunjung ke lokasi cagar budaya Banten Lama di reruntuhan Keraton Surusowan, Kota Serang, Jumat (21/7/2017). Hal semacam ini dikatakannya di sela-sela pencanangan Pergerakan Banten Bebersih.

Disamping itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy juga malas bicara banyak. Anak sulung dari Atut Chosiyah ini cuma menginginkan konsentrasi pada program propinsi Pergerakan Banten Bebersih.

” Tidak bisa ini (masalah vonis Atut), ” kata Andika singkat.

Baca Juga  Sandiaga Ingin Kerja Sama Intensif Jakarta-Banten Usai Bertemu Wahidin