SHARE

Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz mengatakan tudingan yang dilontarkan pakar hukum pidana Romli Atmasasmita masalah ada dana asing lewat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke rekening ICW adalah tudingan sumir.

” Ini tudingan-tudingan sumir yang seringkali di sampaikan oleh Romli sampai kini, ” ucap Donal, waktu dihubungi Kompas. com, Selasa (11/7/2017).

” Silahkan tunjukkan, kan Romli yang menuding, silahkan tunjukkan bila itu memanglah ada. Tak ada satu juga dana dari KPK RI yang masuk ke rekening ICW, ” kata dia.

Waktu disinggung tudingan Romli itu datang dari bekas pelaksana pekerjaan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, Donal memohon supaya Ruki sendiri yang bicara.

” Itu mesti Ruki sendiri yang mengemukakan benar atau tidak. Janganlah (Romli) ambil mulut orang yang lain. Bila dia mengatakan itu perkataan dari Ruki, silahkan tunjukkan buktinya, ” tutur Donal.

Dia menyebutkan, sampai kini dalam neraca keuangan KPK ataupun dari neraca keuangan ICW, tak ada satu rupiah juga yang ICW terima dari KPK.

” Itu dapat dibuktikan dari hasil audit BPK RI pada KPK, ataupun hasil audit yang oleh ICW punyai sendiri, ” tutur Donal.

Tetapi, Donal membetulkan masalah ada pos biaya KPK untuk komune antikorupsi. Tetapi, pos biaya itu bukanlah berupa seperti ” menggaji ” komune antikorupsi, tetapi berbentuk kursus.

” Masalah dana-dana komune itu, mereka kan bukanlah orang yang digaji oleh KPK, namun dana komune itu, yaitu dana yang dipakai oleh KPK untuk melatih beberapa komune bagaimana terima aduan orang-orang masalah korupsi, serta bagaimana memberikan laporan masalah korupsi, ” tutur Donal.

Tidak cuma komune, KPK lewat sisi Pengembangan Hubungan kerja Antar Institusi juga melatih kader-kader partai untuk peranan mencegah korupsi. Aktivitas ini termasuk juga usaha KPK dalam mencegah korupsi.

” Itu sisi mencegah lho. Kok jadi dicurigai aneh-aneh oleh Romli. Jadi memanglah beliau begitu tendensius pada KPK serta ICW hingga sukai melemparkan tudingan yang sumir, ” tutur Donal.

Donal menyebutkan, ada buku yang di buat Romli yang tulisannya juga dipandang berbentuk tudingan pada ICW. Menurut Donal, Romli menulis ICW terima dana saweran.

” Namun yang di sampaikan oleh yang berkaitan malah terbalik, mengatakan ICW terima dana dari KPK. Walau sebenarnya ICW menyerahkan dana saweran pembangunan gedung KPK, ke rekening KPK, ” tutur Donal.

Donal juga menilainya keinginan Romli supaya ICW juga di panggil dalam Pansus Hak Angket KPK salah alamat.

” Mengapa kami mengatakannya salah alamat karna subyek dari angket itu yaitu aktivitas pemerintah. ICW kan bukanlah object dari angket, atau pihak-pihak yang miliki kebutuhan, atau relevan dengan disuruhi info dengan angket. Jadi asumsinya itu telah ngaco, ” tutur Donal.

Romli Atmasasmita terlebih dulu mengungkap kalau temuan aliran dana asing ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lalu dihibahkan pada Indonesia Corruption Watch (ICW).

Hal tersebut disibakkan Romli dalam rapat dengan Panitia Spesial Hak Angket KPK, Selasa (11/7/2017).

Info itu, menurut Romli, didapat dari bekas pelaksana pekerjaan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki. Mendekati selesainya waktu jabatan, Ruki ditagih donor itu.

” Sesudah ditagih donor, saya panggil Sekjen (KPK) minta pertanggungjawaban dasarnya apa? MoU. Ada MoU KPK dengan donor. Uangnya ke mana? Segera ke rekening ICW, ” kata Romli menirukan pernyataan Ruki.