SHARE

Berselang dua pekan setelah sidang pertama untuk Andi Zulkarnain ‘Choel’ Mallarangeng, PN Tipikor Jakarta kembali akan menggelar persidangan kedua dalam lanjutan perkara korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang.

Menurut rencana, persidangan kedua dengan terdakwa Choel Mallarangeng tersebut akan dilangsungkan pekan ini, bisa juga digelar bersamaan dengan sidang lanjutan kasus e-KTP, Rabu (26/4).

ibasik
Eddy Bhaskoro Yudhoyono, populer disebut Pangeran Cikeas

Choel sudah menjalani sidang pertamanya pada 10 April lalu, juga bersamaan dengan sidang e-KTP.

Adik mantan Menpora Andi Mallarangeng itu ditetapkan sebagai tersangka pada 21 Desember 2015. Atau, empat tahun setelah kasus korupsi proyek  P3SON Hambalang bergulir, sejak April 2011.

makethamba
Inilah maket P3SON Hambalang, proyek Rp 2,5 triliun

Kasus proyek P3SON Hambalang dimulai dengan ditangkapnya Wafid Muharam, Sekretaris Menpora.

Choel merupakan tersangka ke-6 dalam kasus korupsi P3SON Hambalang ini.

Persidangan Choel Mallarangeng digelar untuk kemungkinan menjerat nama-nama lainnya yang kemungkinan besar terlibat.

Choel pernah menyebut nama Olly Dondokambey, Gubernur Sulut yang menjadi ketua banggar DPR ketika proyek P3SON Hambalang dibahas di parlemen.

Namun, Choel tidak pernah secara terbuka mengungkapkan kemungkinan adanya keterlibatan Pangeran Cikeas, Eddy Bhaskoro Yudhoyono alias Ibas dalam perkara ini.

Nantilah, di pengadilan akan terlihat ya, itu yang selalu dikemukakan Choel tentang dugaan keterlibatan Ibas.

choel
Choel Mallarangeng. Sudah tak ada beban untuk membuka borok Hambalang

Yang jelas, setelah enam tahun menunggu pasca terkuaknya korupsi di proyek P3SON Hambalang ini, Choel kini merasa punya kekuatan lebih untuk membela diri.

Dibebaskannya kakaknya, Andi Alifian Mallarangeng, disebutnya sebagai stimulan yang meningkatkan kekuatannya.

Choel sangat sayang dan hormat pada kakaknya itu, Andi Alifian Mallarangeng, yang dinilainya sudah berkorban untuk dirinya.

Andi Alifian Mallarangeng dipidana empat tahun karena melakukan pembiaran atas korupsi yang dituduhkan pada Choel.

Baca Juga  Olly Dondokambey Tersangkut Dua Kasus Korupsi di KPK
bebas
Andi Alifian Mallarangeng. Empat tahun di Sukamiskin

KPK menduga Choel menerima 550 ribu dolar AS, lebih dari Rp 6,2 miliar dengan kurs sekarang. Uang tersebut ia terima dari Pejabat Pembuat Komitmen Kemenpora (saat itu) Deddy Kusnidar.

Choel pernah mempertanyakan soal Wafid Muharam ini. Namanya disebut oleh Jaksa KPK Kadek Wiradana sebagai inisiator perubahan anggaran dari Rp 125 miliar menjadi Rp 2,5 triliun.

Kadek menyebut hal itu dalam dakwaan untuk Dedy Kusnidar.

Namun, Wafid Muharam tidak pernah diperkarakan dalam kasus Hambalang.

Wafid justru terjerat kasus lain, yakni korupsi pembangunan wisma atlet di Provinsi Sumatera Selatan. Ia dipidana lima tahun penjara di tingkat kasasi.