SHARE

Saksi masalah suap bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, Niko Panji Tirtayasa dengan kata lain Miko, mengakui diperlakukan istimewa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu disibakkan Niko waktu diundang dalam rapat Pansus Hak Angket KPK, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Ia bahkan juga mengakui dijanjikan memperoleh sisi dari aset sitaan Akil serta Mukhtar Effendi bila dapat menjebloskan Akil, Mukhtar, Romi Herton, serta Budi Antoni Al-Jufri.

” Saya juga akan diberi aset 50 %, 50 % oleh Ayah Abraham Samad, Ayah Novel Baswedan apabila mana dapat menjebloskan Ayah Mukhtar Effendi, Ayah Akil Mochtar, Ayah Roni Herton ataupun Ayah Jufri, ” kata Niko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.

Diluar itu, ia mengakui dibuatkan jati diri baru dengan nama Miko Panji Tirtayasa. Walau sebenarnya, nama aslinya yaitu Niko Panji Tirtayasa.

Niko juga mengakui di beri kartu pegawai KPK supaya tidak terserang pidana umum.

Masih tetap pernyataan Niko, penyidik KPK Novel Baswedan tawarkan ” ganti guling ” masalah bila ia ingin menolong KPK.

Menurut Niko, KPK mengecek masalah pidana umum yang menjeratnya di Polres Cibinong, Polres Tasikmalaya, Polres Sukabumi, serta Polres Kabupaten Bandung.

” Saya iya-kan karna banyak ketakutan, ” kata dia.

Terasa diistimewakan

Niko menyebutkan, ia juga sering diperlakukan khusus di banding saksi yang lain.

Bila tamu-tamu KPK masuk ke Gedung KPK lewat pintu depan, Niko masuk lewat pintu samping serta dapat berjumpa segera Abraham Samad, yang waktu itu menjabat Ketua KPK.

Sebelumnya sidang, kata Niko, ia memperoleh arahan dan di beri sarana, salah satunya kendaraan elegan.

” Pijat, silahkan check ke Aston Rasuna Said. (Yang berikan) Pihak KPK, ” kata Niko.

Diluar itu, kata Niko, ada arahan dari jaksa berkaitan jawaban yang perlu dikatakannya di persidangan.

” Jaksanya ngeri. Pak Pulung, Ibu Eli. Saya diarahkan mesti jawab apa, ngomong apa, ” tutur dia.

Mendekati vonis Romi Herton, Niko mengakui, di beri berlibur gratis ke Raja Ampat serta Bali.

” Berlibur ini yang buka kepala saya bila bohong, ini nikmat di negeri ini, ” kata Niko.

Tetapi, Niko juga mengakui memperoleh ancaman serta pernah disekap KPK untuk di ajak kerja sama.

Menurutnya, hal semacam ini dikerjakan karna Niko adalah keponakan yang paling disayangi Mukhtar.

” Saat itu saya buat pernyataan karna didalam ancaman itu mereka juga akan menjemput paksa istri saya serta anak saya di Bandung. Mereka juga akan memenjarakan anak serta istri saya lewat Ayah Novel, ” kata dia.

Berkaitan yang sempat dijanjikan KPK, Niko menyebutkan, belum juga diterimanya sampai saat ini.

” Tidak diberi hingga saat ini. Satu % juga tidak. Saya tempo hari nagih, ada mungkin saja 3 bulan ke belakang, motor pribadi saja tidak dicintain. Orangnya saja sakit. Apa saya mesti nyusulin ke Singapura? ” kata Niko.