SHARE

RAPAT Paripurna DPR RI yang dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI Setya Novanto telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU) menjadi Undang-Undang. Persetujuan pengesahan RUU menjadi UU Pemilu ini didukung oleh mayoritas anggota dewan dari enam fraksi.

Berikut adalah ringkasan dari UU Pemilu yang disahkan pada Rapat Paripurna yang digelar secara maraton sejak Kamis (20/7) sore dan berakhir Jumat (21/7) dinihari WIB.

UU PEMILU yg disahkan adalah :

Paket A
1. Presidential threshold : 20-25 persen.
Penjelasan :
Dalam Pemilihan Presiden harus memiliki 20 kursi DPR RI atau 25 persen suara nasional.

2. Parliamentary threshold : 4 persen.
Penjelasan :
Setiap Partai berhak memiliki Wakil di DPR RI apabila memiliki suara partai minimal 4 % dari total suara keseluruhan partai.

Hasil gambar untuk setya novanto memimpin rapat paripurna pengesahan RUU Pemilu

3. Sistem Pemilu : terbuka.
Penjelasan :
Suara Terbanyak akan menjadi pemenang Pemilu, tidak tergantung pada nomor urut.

4. Dapil magnitude DPR : 3 – 10.
Penjelasan :
Berarti DPR RI masih 77 Dapil se indonesia seperti pemilu dahulu, Kecuali Dapil magnitude DPR : 3-8, bisa menjadi 98 Dapil se indonesia.

5. Metode konversi suara: sainte-lague murni.
Penjelasan :
Mengunakan nilai rata2 tertinggi, Bilangan Pembagi (BP). Bilangan Pembagi dimulai dgn pecahan 1,4 dan diikuti bilangan ganjil secara berurut (1,4/3/5/7/9…)

Baca Juga  "Tidak Ada Bagi-bagi Uang di Komisi II"