SHARE

Presiden Joko Widodo menghormati sistem pengesahan Undang-Undang Pemilu di DPR RI pada Kamis (20/7/2017) malam sampai Jumat (21/7/2017) awal hari.

” Saya menghormati apa yang telah ditetapkan oleh DPR hingga larut malam. Saya juga ikuti selalu itu, ” tutur Jokowi di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Jumat sore.

Pemerintah, lanjut Jokowi, percaya lewat UU Pemilu yang baru itu, system demokrasi di Indonesia juga akan jalan dengan baik.

” Kita menginginkan dengan UU Pemilu ini kwalitas demokrasi kita, kwalitas penyelenggaraan kita, tambah baik sekali lagi, ” tutur Jokowi.

DPR RI sudah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pemilu untuk jadi undang-undang sesudah lewat mekanisme yang panjang dalam rapat paripurna yang berjalan Kamis tempo hari sampai Jumat awal hari.

Ketentuan di ambil sesudah empat fraksi yang pilih RUU Pemilu dengan pilihan B, yakni presidential threshold 0 %, lakukan tindakan walk out.

Dengan hal tersebut, DPR lakukan aklamasi untuk pilih pilihan A, yakni presidential threshold sebesar 20 % pencapaian kursi DPR atau 25 % pencapaian nada nasional, karna peserta rapat paripurna yang bertahan datang dari enam fraksi yang menyepakati pilihan A.

Beberapa pihak mengungkap kekecewaan pada UU Pemilu, terlebih tentang presidential threshold. Mereka juga mempersiapkan tuntutan pada UU Pemilu ke Mahkamah Konstitusi.