SHARE

JAKARTA – Menteri Pendidikan serta Kebudayaan Muhadjir Effendy menyikapi pernyataan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika yang mengatakan system zonasi menghambat anak untuk bersekolah.

Muhadjir Effendy mengatakan system zonasi yang diaplikasikan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) th. ini sesuai dengan misi Kemendikbud lakukan penyamarataan kwalitas sekolah di tiap-tiap daerah.

” System zonasi yaitu pemerataan yang berkwalitas, jangan pernah kwalitas itu cuma menumpuk di sekolah-sekolah spesifik. Sekolah yang masih tetap rendah mutunya kita angkat termasuk juga lewat cara pemerataan siswa. ”

” System ini kan juga menghindar anak terpental waktu mendaftar sekolah ditempat beda, ” katanya di Jakarta, Senin (10/7/2017).

Mendikbud sendiri mohon maaf pada orang-orang yang sudah mengincar sekolah spesifik diluar daerahnya mulai sejak lama.

” Mohon dimaklumi karenanya yaitu usaha kita dengan memajukan pendidikan yang berkwalitas di tiap-tiap daerah. Orang-orang Indonesia kan orang-orang yang gotong royong, ” tuturnya.

Untuk PPDB th. ini Mendikbud telah mengambil keputusan sekolah mesti berikan jatah 90 % pada siswa yang berada tinggal di daerah itu, sesaat bekasnya diijinkan dari luar daerah.

Mendikbud juga mengambil keputusan kuota sejumlah 20 % mesti diberi sekolah pada calon siswa dari keluarga tidak dapat.

Baca Juga  Soal Sekolah Rusak di Bogor, Mendikbud Mengaku Sering Dikomplain