SHARE

ROTASI atau mutasi pimpinan Polda Metro Jaya dari Irjen Pol Mochamad Iriawan ke Irjen Pol Idham Azis adalah sebagai bentuk penyegaran.  Mutasi rutin dalam rangka tour of duty dan tour of area. Jadi, seyogyanya tidak dipersepsikan macam-macam, dikaitkan dengan berbagai hal.

“Tidak, tidak ada alasan apa-apa, ini semata-mata mutasi dalam rangka tour of duty dan tour of area, itu saja,” ungkap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Kamis (20/7) malam di Mabes Polri, jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Hasil gambar untuk tito karnavian

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Mutasi adalah hal biasa, untuk penyegaran.

Rotasi terhadap Irjen Pol Mochamad Iriawan dan 50 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (pamen) Polri lainnya itu, diterakan dalam surat telegram Kapolri nomor ST/1768/VII/2017 tertanggal 20 Juli 2017. Dalam surat tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan akan menjalani tugas baru sebagai asisten kapolri bidang operasi (asops).

Irjen Unggung Cahyono yang menjabat asops kapolri dipromosikan menjadi asisten logistik (aslog kapolri). Sementara itu, jabatan yang ditinggalkan Iriawan akan diisi oleh Irjen Idham Azis yang sebelumnya menjabat kepala Divisi Propam Polri, dengan menggantikan Moch Iriawan pada medio September 2016.

Hasil gambar untuk Brigjen Martuani Sormin
Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs. Martuani Sormin yang segera memangku jabatan baru sebagai Kadiv Propam Polri menggantikan Irjen Pol Idham Azis.

Brigjen Martuani Sormin yang menjabat Kapolda Papua Barat diangkat menjadi kadiv Propam Polri. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengangkat Kepala Biro Provos Divisi Propam Polri Brigjen Rudolf Alberth Rodja sebagai kapolda Papua Barat.

Iriawan pun merasa rotasi ini tidak berkaitan dengan belum terungkapnya penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Surat keputusan ini sendiri terbit bertepatan dengan 100 hari sejak penyerangan Novel terjadi.

“Enggak ada apa-apa. Enggak ada. Mudah-mudahan Kapolda baru bisa mengungkap itu (kasus Novel),” kata Iriawan, sembari menegaskan kesiapannya mengemban kepercayaan baru yang diamanahkan kepadanya.
Hasil gambar untuk idham azisIdham Azis (kanan) saat menjabat Kapolda Sulteng dua tahun silam, masih satu bintang.

“Alhamdulillah. Makasih ya. Amanah akan saya jalankan maksimal seperti saya jadi kapolda Metro Jaya. Tentunya itu kepercayaan pimpinan kepada saya, itu saja,” kata Iriawan, yang akrab disapa Iwan Bule itu.

Baca Juga  Tito Targetkan Gedung 27 Lantai Polda Metro, Selesai 2017

Iriawan menyangkal jika rotasi yang dilakukan di pucuk pimpinan Polda Metro Jaya ini terkait beberapa kasus yang masih belum selesai diungkap. Salah satunya, penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Hasil gambar untuk iriawan membesuk novel baswedan

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moch Iriawan saat membesuk Novel Baswedan, April lalu.

“Enggak ada apa-apa. Enggak ada. Kalau saya pindah ke kadiv (kepala divisi), itu baru (ada apa-apa). Ini kan tidak,” ungkap dia.

Iriawan berharap, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Idham Azis yang akan menggantikannya bisa meneruskan tugasnya. Idham diminta dapat membongkar berbagai kasus yang masih berjalan.

“Kan tidak semua kasus terungkap. Nanti mudah-mudahan Kapolda baru bisa mengungkap itu,” jelas Iriawan.

Hasil gambar untuk kapolda metro jaya iriawan

“Saya siap menjalankan amanah baru ini,” tegas Irjen Pol Moch Iriawan.

Apa pun, pergantian “Metro 1” ini memang terkesan mendadak atau tidak terduga. Oleh karena itu mutasi terhadap Iriawan sempat menjadi trending-topic di jagat maya. Sebagian besar bertanya-tanya, ada apa dengan Iriawan

Tak luput pula jika keberhasilan jajaran kepolisian Metro Jaya dalam mengungkap secara cepat kasus penyerangan terhadap ahli IT dari ITB, Hermansyah, serta pengungkapan penyelundupan sabu seberat 1 ton di pantai Anyer, Serang, diungkap kembali. Apalagi, sukses anak buah Iriawan dalam mengungkap jaringan penyelundup sabu internasional dari mafia Taiwan dan China itu mendapat pujian langsung dari Kapolri Jenderal Pol.Tito Karnavian.

Kendati demikian, bukan berarti kepemimpinan Irjen Pol Mochamad Iriawan di Polda Metro Jaya dinaungi sepenuhnya oleh kisah keberhasilan. Kasus sengkarut hubungan Habid Rizieq Shibab & Firza Husein yang diwarnai pelarian HRS ke Saudi Arabia, disebut-sebut sebagai “cacat” dari kepemimpinan Iwan Bule ini.

Demikian juga dengan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang disebut-sebut sempat membuat Presiden Jokowi gemas.