SHARE
Irman dan Sugiharto, selama ini terkesan mencari-cari kesalahan Setya Novanto dalam kesaksiannya.

Dua terdakwa kasus korupsi e-KTP, Irman dan Sugiharto, selama ini adalah pihak-pihak yang selalu merugikan dan memberatkan Setya Novanto.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, dua terdakwa itu selalu saja memojokkan Ketua DPR RI tersebut. Pertama kedua terdakwa ini mengaku mereka menyebutkan bahwa Setya Novanto, sengaja tidak mau mengakui hubungan atau tidak kenal dengan mereka. Hal itu didapati dari Dian Anggraini, Sekjen Kemendagri.

Selanjutnya mereka menyebut soal Paulus Tanos, yang bertemua dua kali dengan Setya Novanto, dan terakhir, soal penyebutan mereka jika Andi Narogong menyebut Setya Novanto jadi kunci dalam peneta[pan proyek e-KTP.

Lucunya, kedua terdakwa, Irman dan Sugiharto, selalu saja memberikan kesaksian yang menyudutkan Setya Novanto dari keterangan saksi lain. Celakanya saat diperiksa ulang dalam persidangan, para saksi menolak pernah mengungkapkan keterangan seperti yang diaukui oleh Irman dan Sugiharto.

Misalnya Paulus Tanos, yang menyebut pertemuan dengan Setya Novanto memang ada namun tidak membahas soal e-KTP. Bahkan dalam pertemuan itu tidak terjadi keputusan apa-apa.

Terakhir, soal Andi Narogong yang mereka sebut pernah mengakui Setya Novanto sebagai Tokoh kunci dalam kasus e-KTP, ternyata omong kosong.

Andi Narogong menolak dan tidak mengakui pernah menyebut jika Setya Novanto adalah Tokoh kunci dalam kasus e-KTP. Andi Narogong dalam persidangan mengaku jika ia hanya bertemu Setya Novanto menyangkut urusan atribut partai.

Berbagai keterangan tersebut yang membuat, Irman dan Sugiharto, benar-benar telah melakukan fitnah terhadap Ketua DPR itu. Sayangnya, KPK lebih percaya kepada dua terdakwa ini dibandingkan Kesaksian beberapa orang yang menolak atau mengingkari pernyataan dari Irman dan Sugiharto

Baca Juga  Taufiq Effendi Tokoh Kunci yang Mengetahui Anggaran dalam Kasus e-KTP