SHARE

Sidang ke-7 kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri akan digelar Kamis (6/4) di PN Tipikor Jakarta. Rencananya, ada 10 saksi yang akan dipanggil, terdiri dari anggota DPR dan tim teknis yang memahami awal perencanaan proyek yang digagas oleh Kemendagri ini.

Jika benar jaksa KPK akan memanggil 10 saksi maka itu merupakan jumlah terbanyak dari proses persidangan yang sudah dilakukan sejauh ini. Kendati demikian, belum terkonfirmasi berapa banyak saksi yang akan hadir.

Di sisi lain, sesuai permintaan majelis hakim pimpinan Jhon Halasan Butar Butar, jumlah saksi yang dihadirkan pada setiap sidang akan dikurangi. Pengurangan saksi ini akan dilakukan mulai persidangan pekan depan.

jukiol

“Mengingat efektivitas dan efisiensi waktu saat proses pemeriksaan di persidangan maka jumlah saksi di setiap sidang tak perlu banyak-banyak,” kata Jhon Halasan Butar Butar.

Jhon Halasan juga mengingatkan jaksa KPK untuk lebih mendalami keterangan dari politisi Partai Demokrat Jafar Habsah yang mengaku menerima uang sebanyak hampir satu miliar dari Nazaruddin.

Dia mengingatkan bahwa Nazaruddin dalam kesaksiannya mengatakan pemberian uang untuk Jafar Habsah adalah dari bagian yang diterima Anas Urbaningrum, jumlahnya 100.000 dolar AS.

Jadi uang yang diberikan ke Jafar Habsah dalam bentuk dolar AS. Sementara, Jafar menyebut menerima uang rupiah, bukan dolar AS.

kokor

Meski uang 100.000 dolar AS jika dikonversikan ke rupiah jumlahnya memang mendekati satu miliar rupiah, dengan kurs waktu itu, namun perbedaan mata uang tersebut tentunya sangat prinsipil.

Apalagi, Jafar Habsah menyebut uang rupiah dalam BAP-nya, bukan dolar.

Di satu sisi Jafar Hafsah jelas-jelas berbohong dengan menyebut bahwa dia sama sekali tidak mengetahui asal muasal uang yang diberikan Nazaruddin itu. Dia juga berbohong dengan mengatakan bahwa dia tidak meminta uang pada Nazaruddin.

Baca Juga  Anas Kembali Bantai Nazaruddin

Saya tidak minta dan tidak disampaikan oleh Nazaruddin dari mana uangnya, begitu kata Jafar Habsah. Kebohongan yang dilakukan Jafar Habsah sungguh sangat bertentangan dengan kenyataan bahwa dia melewati sebagian besar kehidupannya sebagai pendidik, penulis dari banyak buku.

Setelah kesaksiannya kemarin tentu pandangan masyarakat terhadapnya berubah 180 derajat. Jafar Habsah yang terbiasa berbicara santun ternyata seorang yang hipokrit, munafik. Masyarakat justru mencemoohnya ketika dia mengaku sudah mengembalikan uang yang diberikan oleh Nazaruddin itu.