SHARE

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengakui, sampai sekarang ini, dia telah merajut komunikasi dengan beberapa partai mendekati Pilkada Jawa Barat 2018, yakni PKB, PPP, serta Partai Demokrat.

“Komunikasi selalu dilanjutkan sampai ada hitam putih. Bila menikahkan sebelumnya ada janur kuning tentu ada beberapa hal yang tidak terduga, jadi saya masih tetap juga akan finalisasi semoga benar masukan jadi satu kepastian, ” tutur pria yang sering disapa Emil selesai menghadiri International Conference Urbanism and Religiosity di Kota Bekasi, Selasa (25/7/2017).

Dia menerangkan, jadi akan calon yang belum juga mempunyai partai, Emil tidak tutup untuk partai beda yang menginginkan mendukungnya di Pilgub Jawa barat. Menurutnya, tiap-tiap partai mempunyai prasyarat serta ketetapan yang perlu dipenuhi.

“Ada yang minta saatnya lebih lama, ada yang prasyarat beberapa macam, saya juga akan follow up semuanya kabar baik serta juga akan komunikasikan beberapa hal yang kurang baik, ” kata Emil.

Karenanya, dia menyatakan, terdapat banyak partai yang sampai sekarang ini masih tetap lakukan komunikasi yang intens serta tetap dalam sistem internal. Oleh karena itu, Emil mengakui tinggal menanti ketentuan.

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menilainya, Ridwan Kamil baru penuhi satu tanda untuk dapat di dukung partainya dalam Pilkada Jawa Barat. Satu tanda yang disebut yaitu tingkat penerimaan di orang-orang atau elektabilitas.

” Apa yang berlangsung hari ini (pada sosok Ridwan Kamil) kan baru satu diantara tanda saja, ” tutur Andreas di Sekretariat Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/7/2017).

Sebab, berdasar pada survey yang dilaunching SMRC, nama Ridwan Kamil unggul dibanding nama beda seumpama Deddy Mizwar atau Dedi Mulyadi.

Dalam pertanyaan terbuka, yaitu ” kalau pilkada Jawa barat dikerjakan hari ini, siapa sosok yang juga akan diambil? ” sejumlah 13, 1 % responden pilih nama Wali Kota Bandung itu. Sesaat, 3, 4 % responden pilih Wali Kota Purwakarta Dedi Mulyadi.