SHARE

Peluncuran Bus Rapid Transit (BRT) Jawa Tengah dikerjakan pada minggu kemarin. Selama ini, baru satu koridor BRT yang diresmikan, yakni dari Stasiun Tawang, di Kota Semarang sampai Terminal Bawen di Kabupaten Semarang.

Ke depan, akan ada tiga koridor sekali lagi yang juga akan di luncurkan di tiga daerah, yakni Kabupaten Grobogan, Demak, serta Kendal.

Kepala Dinas Perhuhungan Propinsi Jateng Satriyo Hidayat menyebutkan, 4 koridor di tiga kabupaten yang juga akan melayani transportasi warga. Semuanya koridor nanti tersambung dengan halte yang telah berada di Kota Semarang.

” Kelak menurut studi ada 4 koridor. Semarang-Bawen telah kelak Semarang-Kendal, Semarang-Grobogan, serta Semarang-Demak, ” kata Satriyo di Semarang, Selasa (11/7/2017).

Untuk sekarang ini, Pemprov tengah lakukan kajian infrastruktur, teruatama letak shelter. Shelter yang dibuat diusahakan dapat mengakomodasi semua pihak. Tarif yang dipakai juga relatif terjangkau, yakni Rp 3500 untuk umum, dan Rp 1000 untuk pelajar serta buruh.

Koridor I sekarang ini baru ada 18 bus, direncakanan juga akan diperlengkapi dengan 25 bus. ” Koridor 1 kelak busnya ada 25, sesaat sekarang ini baru 18 bus, ” ucapnya.

Untuk service transportasi itu, Pemrov Jateng memberi subsidi pada beberapa penumpang. Tarif pelajar serta buruh disubsidi sampai Rp 14. 000. Sesaat tarif umum disubsidi Rp 11. 000.

Disamping itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengharapkan, service itu dapat mempermudah anak sekolah serta buruh terhubung service transportasi yang terjangkau. Nanti, ticket juga akan diperbarui dengan kartu elektronik.

Terkecuali tiga daerah itu, daerah beda di Jateng juga memohon service sama. Kabupaten Banyumas memohon supaya BRT Jateng ditempatkan di Purwokerto.

” Fikiran saya itu anak sekolah serta buruh dapat dibantu, untuk yang beda dapat terjangkau. Kelak saya saran gunakan system abodemen (berlangganan), ” tuturnya.

Ganjar menyatakan, walau harga terjangkau, ia meyakinkan bus itu layak beroperasi, dan berikan service sempurna.

” Bila bayar murah bukanlah bermakna service buruk. Tidak bisa ada buang air, puntung rokok, plastik. Kondektur jadi kondektur bus jadi supervisi kebersihan, ” imbuhnya.