SHARE
Novel Baswedan, mengalami kekerasan yang memerlukan perawatan intensif.

Berbagai macam aksi terror dan intimidasi sudah pernah dialami Novel Baswedan sejak menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2009 hingga kini. Mulai dari sekedar ancaman lewat telepon, hingga aksi brutal di jalanan.

Aksi kekerasan seperti penyerangan dengan air keras, bukanlah terror pertama yang ia hadapi. Jauh-jauh hari sebelum menangani kasus korupsi e-KTP, Novel juga pernah mengalami terror yang mengancam jiwanya.  Berikut sebagian terror yang pernah dialmai Novel Naswedan.

  1. Keluarga Novel diteror setelah Kasus Simulator SIM Mencuat

Pada 2012, keluarga Novel Baswedan pernah menyatakan kekecewaan  kepada Polri yang dinilai telah mengkriminalisasi Novel. Alasannya Polri seperti tidak memberikan perlindungan kepada Novel dan keluarganya.

Teror diterima keluarga Novel, yang kala menjadi Wakil Ketua Satgas Tim Kasus Simulator Korlantas Polri yang tengah ditangani KPK.

“Novel secara terang-terangan diteror dan diancam, baik saat melaksanakan tugasnya maupun di rumah,” ungkap Adik kandung Novel Baswedan, Hafidzkepada Kompas.com, beberapa waktu lalu. Kasus simulator ini menyeret jenderal bintang dua, mantan Kepala Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo.

Teror itu cukup meresahkan karena rumah Novel dan ibunya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, sering difoto dan didatangi oleh orang tak dikenal. Tak hanya sering diabadikan, di sekitar rumah juga sering ada orang-orang tak dikenal yang keliling mengamati.

Novel Baswedan, salah satu penyidik senior KPK  yang sering kali mengalami banyak aksi teror selama menjalankan tugasnya.
Novel Baswedan, salah satu penyidik senior KPK yang sering kali mengalami banyak aksi teror selama menjalankan tugasnya.
  1. Tabrak Lari

Pada tahun 2016, Novel ditabrak mobil ketika sedang mengendarai sepeda motor menuju kantornya di Kuningan, Jakarta Selatan. Akibatnya Novel menderita luka serius. Hingga kini belum diketahui siapa penabraknya, masih misterius.

  1. Dugaan Dikriminalisasi

Kesalahan Novel sebagai penyidik terus dicari-cari. Pada Jumat (5/10/2012) malam, Gedung KPK digeruduk aparat kepolisian yang akan menangkap Novel. Ia disebut terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap seorang tahanan pada tahun 2004. Saat itu, Novel bertugas sebagai Kasat Reserse Polda Bengkulu.

Baca Juga  Baca Ini: KPK Ternyata Pernah Berencana "Memesiunkan" Novel Baswedan

Pihak Novel dan Pimpinan KPK menyatakan, kasus itu telah selesai. Sebagai atasan, Novel telah mengambil alih tanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan anak buahnya. Atas kasus itu, ia telah mendapatkan hukuman disiplin.

  1. Disiram air keras

Novel kembali mendapatkan perlakuan tidak mengenakan dari orang yang tak dikenal. Novel disiram air keras oleh dua orang yang tidak dikenal, Selasa (11/4/2017). diduga kuat, aksi serangan terhadap Novel kali ini berkaitan erat dengan kasus korupsi E-KTP yang tengah diusut KPK.

Mleihat banyak teror yang dialami Novel selama ini, bisa disimpulkan jika aksi tersebut sudah lama dilakukan. Bahkan pelakunya biasa siapa saja yang terakit dengan berbagai kasus yang tengah dan pernah ditangani oleh Novel Baswedan,