SHARE

JAKARTA — Peranan TNI yaitu jadi alat pertahanan negara. Oleh karenanya, beberapa pihak menilainya hal remeh-temeh tidak ditangani oleh TNI. Terkecuali ada keinginan pertolongan atau koordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah (Pemda) serta ke Polisi.

” Sepanjang tak ada keinginan (dari Pemda atau Polisi) atau insidental, jadi TNI menggerakkan tugasnya untuk menjaga negara, ” tutur Pengamat Militer dari Kampus Padjadjaran (Unpad) Muradi, Selasa (11/7).

Ia juga menyebutkan, jika pertolongan TNI untuk menindak geng motor itu jadi bentuk balas dendam, itu malah tidak mematuhi ketentuan. Hal itu tidak bisa dikerjakan. Muradi juga menyebutkan, hal yang paling gampang yaitu TNI bekerjasama memohon atau menginisiasi tentang pertolongan keamanan ke Pemda serta ke polisi.

” Karna kan yang miliki kebutuhan melindungi kondusifitas kewilayahan itu Pemda. Umpamanya di Depok nih (perlu pengamanan), Wali Kota Depok yang minta pertolongan. Bila di Jakarta, Gubernurnya yang minta tolong, ” kata Muradi.

Terlebih dulu, Muradi menerangkan, untuk memberi pertolongan keamanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mempunyai sebagian mekanisme. Mekanisme yang terbaik yaitu TNI disuruh oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk menolong Polisi mengamankan daerahnya.

” Itu kan melibatkan ketentraman serta ketertiban lokasi spesifik. Jadi yang semestinya minta yaitu Pemda karna Pemda yang miliki kebutuhan untuk melindungi kondusifitas lokasi itu. Bisa saja (menolong pengamanan) sepanjang ada keinginan, ” terang dia.

Baca Juga  728 Capaja Akademi TNI dan Polri Dilantik Presiden Jokowi