SHARE

Presiden Joko Widodo selalu siap menjawab pertanyaan kalangan media tentang hal apa pun. Presiden kebanggaan masyarakat ini sepertinya juga selalu punya persediaan jawaban, atas pertanyaan apa pun yang disampaikan oleh wartawan, apalagi sesuatu yang tengah menjadi perhatian di masyarakat.

Pembentukan Pansus Hak Angket KPK, termasuk yang tiba-tiba dipertanyakan ke tokoh nomor satu di republik tercinta ini. Apa tanggapan Jokowi terhadap keberadaan Pansus KPK?

Menanggapi pertanyaan itu, presiden terkesan happy-happy saja. Ia memang terkesan responsif, tetapi jelas tidak ada terlihat rasa tidak sukanya mendapatkan pertanyaan tersebut.

“Saya tidak mau komentari masalah angket karena itu internal DPR,” demikian jawaban Jokowi atas pertanyaan terkait Pansus Hak Angket KPK, seusai menghadiri Kajian Ramadan 1438 H di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.

Meski tak mau banyak berkomentar, Jokowi tak ingin KPK diperlemah. Seperti diketahui, banyak pihak menganggap pengguliran angket terhadap KPK merupakan upaya pelemahan lembaga antirasuah tersebut. Padahal itu tidak benar. Keberadaan Pansus KPK justru ditujukan untuk penguatan KPK.

kapokkpk

Penguatan KPK bisa dilakukan melalui evaluasi atas kinerja yang sudah dilakukan selama ini. Wakil-wakil rakyat di DPR pada prinsipnya tentu satu sikap dengan pemerintah, selalu mendukung dan terus berupaya menguatkan KPK. Penguatan KPK itu pula yang sering dikemukakan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Fahri Hamzah heran jika pimpinan KPK terus mempermasalahkan Pansus KPK tersebut, termasuk Agus Rahardjo, ketuanya.

Saat ini Pansus Hak Angket KPK sudah terbentuk. Adapun fraksi-fraksi yang sudah mengirim nama perwakilannya ke pansus angket KPK ialah PDIP, Golkar, PPP, NasDem, dan Hanura. Sementara yang lainnya belum menyetor perwakilan.

Nama-nama yang masuk dalam Pansus angket KPK sejauh ini adalah, 1. Fraksi PDIP ( Masinton Pasaribu, Eddy Kusuma Wijaya, Risa Mariska, Adian Yunus Yusak, Arteria Dahlan, Junimart Girsang).

Baca Juga  Golkar Sudah Kirim Lima Nama untuk Pansus KPK, Lainnya Menyusul

2. Fraksi Golkar (Bambang Soesatyo, Adies Kadir, Mukhammad Misbakhun, John Kennedy Azis, Agun Gunanjar); 3.Fraksi PPP (Arsul Sani, Anas Thahir); 4. Fraksi NasDem (Taufiqulhadi, Ahmad HI M. Ali); 5. Fraksi Hanura (Dossy Iskandar).